Doa Setelah Sholat

Urutan wirid setelah sholat fardhu sesuai sunnah · 10 bacaan · Sumber: Hisnul Muslim

1

Istighfar

3x pengulangan

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Astaghfirullāh

Aku memohon ampun kepada Allah.

HR. Muslim no. 591
2

Doa Keselamatan

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Allāhumma antas salām wa minkas salām tabārakta yā dzal jalāli wal ikrām

Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.

HR. Muslim no. 591
3

Tahlil dan Doa

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai-in qadīr. Allāhumma lā māni'a limā a'thayta wa lā mu'thiya limā mana'ta wa lā yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya selain dari-Mu.

HR. Bukhari no. 844, Muslim no. 593
4

Tahlil Panjang

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai-in qadīr. Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh. Lā ilāha illallāh wa lā na'budu illā iyyāh. Lahun ni'mah wa lahul faḍlu wa lahuts tsanā'ul ḥasan. Lā ilāha illallāh mukhliṣīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn

Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada Tuhan kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah, dan pujaan yang baik. Tiada Tuhan kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir benci.

HR. Muslim no. 594
5

Tasbih, Tahmid, Takbir

33x pengulangan

سُبْحَانَ اللَّهِ (٣٣×) الْحَمْدُ لِلَّهِ (٣٣×) اللَّهُ أَكْبَرُ (٣٣×)

Subḥānallāh (33×), Alḥamdulillāh (33×), Allāhu akbar (33×)

Maha Suci Allah (33x), Segala puji bagi Allah (33x), Allah Maha Besar (33x). Kemudian ditutup dengan: Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai-in qadīr.

HR. Muslim no. 597
6

Ayat Kursi

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allāhu lā ilāha illā huwal ḥayyul qayyūm. Lā ta'khudzuhū sinatuw wa lā naūm. Lahū mā fis samāwāti wa mā fil arḍ. Man dzal ladzī yasyfa'u 'indahū illā bi idznih. Ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum. Wa lā yuḥīṭūna bi syai-im min 'ilmihī illā bimā syā'. Wasi'a kursiyyuhus samāwāti wal arḍ. Wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā wa huwal 'aliyyul 'aẓīm

Allah, tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat menjaga keduanya. Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.

HR. An-Nasai (shahih menurut Ibnu Hibban) Siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.
7

Surat Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad

Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.

HR. Abu Daud no. 1523, An-Nasai no. 1337 (hasan)
8

Surat Al-Falaq

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul a'ūdzu bi rabbil falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri ghāsiqin idzā waqab. Wa min syarrin naffātsāti fil 'uqad. Wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad

Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan segala makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.

HR. Abu Daud no. 1523, An-Nasai no. 1337 (hasan)
9

Surat An-Naas

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Qul a'ūdzu bi rabbin nās. Malikin nās. Ilāhin nās. Min syarril waswāsil khannās. Alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin nās. Minal jinnati wan nās

Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.

HR. Abu Daud no. 1523, An-Nasai no. 1337 (hasan)
10

Doa Memohon Ilmu, Rezeki, dan Amal

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Allāhumma innī as-aluka 'ilman nāfi'a, wa rizqan ṭayyiba, wa 'amalan mutaqabbala

Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima.

HR. Ibnu Majah no. 925, Ahmad (shahih)

Halaman Ibadah Lainnya

Keutamaan Dzikir Setelah Sholat

Setelah menunaikan sholat fardhu, Rasulullah SAW tidak langsung beranjak, melainkan meluangkan waktu untuk berdzikir kepada Allah. Amalan ini menjadi rutinitas para salafus shalih yang memiliki dasar kuat dari Al-Quran dan sunnah.

Rasulullah bersabda:

"Perumpamaan antara orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan orang yang mati."
(HR. Bukhari)

Khusus untuk dzikir setelah sholat, ada beberapa keutamaan luar biasa:

  • Tasbih, Tahmid, Takbir (masing-masing 33x): Dosa-dosanya diampuni walau sebanyak buih di lautan (HR. Muslim no. 597)
  • Ayat Kursi: Tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian (HR. An-Nasai, shahih)
  • Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas: Tiga surat perlindungan yang dibaca setiap selesai sholat

Menurut Imam Syafi'i, dzikir setelah sholat tidak perlu dikeraskan (jahr). Masing-masing jamaah membaca sendiri-sendiri dengan suara pelan. Namun, jika ingin mengeraskan untuk mengajar jamaah yang belum hafal, hal itu diperbolehkan.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Pertanyaan Umum

Apa saja wirid setelah sholat fardhu?

Urutan wirid setelah sholat fardhu: istighfar 3x, doa keselamatan, tahlil dan doa, tahlil panjang, tasbih 33x + tahmid 33x + takbir 33x, Ayat Kursi, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas. Khusus setelah Subuh ditambah doa memohon ilmu, rezeki, dan amal.

Apakah wirid setelah sholat dibaca sendiri atau berjamaah?

Menurut Imam Syafi'i, dzikir setelah sholat tidak perlu dikeraskan (jahr). Masing-masing jamaah membaca sendiri-sendiri dengan suara pelan. Namun jika ingin mengeraskan untuk mengajar jamaah yang belum hafal, diperbolehkan.

Apa keutamaan membaca wirid setelah sholat?

Rasulullah bersabda: "Siapa yang membaca tasbih 33x, tahmid 33x, dan takbir 33x setelah sholat, maka dosa-dosanya diampuni walau sebanyak buih di lautan" (HR. Muslim no. 597). Dan siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.

Artikel Terkait

Iklan