Panduan Shalat

Bacaan Sholat Lengkap dari Awal sampai Akhir: Panduan NU dan Muhammadiyah

Bacaan sholat lengkap dimulai dari niat, takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah, surat pendek, ruku', i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud awal, tasyahud akhir, shalawat, hingga salam. Panduan ini mencakup perbedaan praktik NU dan Muhammadiyah dengan sumber yang jelas.

Redaksi Kuttab | | Diperbarui | 11 menit baca
Bacaan Sholat Lengkap dari Awal sampai Akhir: Panduan NU dan Muhammadiyah

Bacaan sholat lengkap adalah urutan bacaan dalam shalat yang dimulai dari niat, takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah, surat pendek, ruku', i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud awal, tasyahud akhir, shalawat, hingga salam. Bacaan ini berlaku untuk shalat lima waktu, dengan perbedaan redaksi pada beberapa bagian sunnah menurut praktik NU dan Muhammadiyah (misalnya doa iftitah dan qunut Subuh). Sumber rujukan utama bacaan shalat bersumber dari hadits shahih HR. Bukhari dan HR. Muslim, kitab Fathul Qarib, serta tuntunan NU Online dan Muhammadiyah/Tarjih.

Bacaan sholat lengkap dimulai dari niat, takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah, surat pendek, ruku', i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud awal, tasyahud akhir, shalawat, hingga salam. Secara umum, urutan gerakan sholat umat Islam sama. Perbedaan yang sering ditemui antara praktik warga NU dan Muhammadiyah biasanya ada pada pilihan lafaz doa iftitah, bacaan qunut Subuh, sebagian redaksi dzikir dalam gerakan, dan kebiasaan melafalkan niat.

Artikel ini disusun sebagai panduan praktis untuk pembaca Indonesia yang ingin memahami urutan bacaan sholat dari awal sampai akhir, termasuk catatan perbedaan yang lazim dikenal di lingkungan NU dan Muhammadiyah. Teks Arab bacaan sholat di bawah ini disajikan sebagai referensi awal. Untuk bacaan Arab, panjang-pendek, makhraj, dan redaksi final, sangat dianjurkan belajar langsung kepada guru ngaji, ustadz, atau sumber resmi seperti NU Online, Muhammadiyah/Tarjih, kitab fiqih, dan mushaf Al-Qur'an terpercaya.

Jika ingin langsung belajar, gunakan urutan ringkas ini dulu: niat di dalam hati, takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah, surat pendek, ruku', i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, tasyahud, lalu salam. Rincian bacaan Arab, Latin, dan catatan perbedaannya dijelaskan bertahap di bawah.

Untuk menyesuaikan waktu sholat di kota masing-masing, pembaca juga bisa melihat jadwal sholat harian sebelum mempraktikkan panduan ini.

Urutan Sholat: Gambaran dari Awal sampai Akhir

Secara ringkas, urutan sholat adalah sebagai berikut:

  1. Berdiri menghadap kiblat bagi yang mampu.
  2. Berniat sholat di dalam hati.
  3. Takbiratul ihram.
  4. Membaca doa iftitah menurut tuntunan yang diikuti.
  5. Membaca ta'awudz dan surat Al-Fatihah.
  6. Membaca surat atau ayat Al-Qur'an setelah Al-Fatihah pada rakaat tertentu.
  7. Ruku' dan membaca tasbih ruku'.
  8. Bangkit i'tidal dan membaca bacaan i'tidal.
  9. Sujud pertama dan membaca tasbih sujud.
  10. Duduk di antara dua sujud dan membaca doanya.
  11. Sujud kedua.
  12. Berdiri ke rakaat berikutnya.
  13. Tasyahud awal pada sholat tiga atau empat rakaat.
  14. Tasyahud akhir dan shalawat.
  15. Salam.

Kerangka ini berlaku pada sholat wajib lima waktu. Yang berubah adalah jumlah rakaat, bacaan niat, dan beberapa bacaan khusus seperti qunut Subuh dalam tradisi Syafi'iyah yang banyak diamalkan warga NU. Untuk panduan sholat dalam kondisi perjalanan atau uzur, silakan merujuk ke artikel shalat jamak dan qashar.

Niat Sholat 5 Waktu

Niat dalam sholat pada dasarnya berada di dalam hati. Melafalkan niat sebelum takbir adalah kebiasaan yang banyak diamalkan di lingkungan NU dan sebagian masyarakat Indonesia sebagai bantuan agar hati lebih fokus. Muhammadiyah umumnya menekankan bahwa niat cukup di dalam hati dan tidak perlu dilafalkan karena inti niat adalah kehendak melakukan ibadah.

1. Niat Sholat Subuh

أُصَلِّيْ فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى

  • Latin: Usholli fardhosh shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa.
  • Arti: Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala.

2. Niat Sholat Zuhur

أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى

  • Latin: Usholli fardhozh zhuhri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa.
  • Arti: Aku berniat sholat fardhu Zuhur empat rakaat menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala.

3. Niat Sholat Ashar

أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى

  • Latin: Usholli fardhol 'ashri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa.
  • Arti: Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala.

4. Niat Sholat Maghrib

أُصَلِّيْ فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى

  • Latin: Usholli fardhol maghribi tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa.
  • Arti: Aku berniat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala.

5. Niat Sholat Isya

أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى

  • Latin: Usholli fardhol 'isyaa-i arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa.
  • Arti: Aku berniat sholat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala.

Jika sholat berjamaah, biasanya ditambahkan keterangan sebagai makmum atau imam dalam redaksi lafaz niat. Namun inti niat tetap di dalam hati: sholat apa, berapa rakaat, fardhu atau sunnah, dan dilakukan karena Allah.

Prinsip yang sama berlaku untuk sholat sunnah. Untuk panduan niat sholat sunnah, lihat artikel niat sholat tahajud dan niat sholat Dhuha.

Takbiratul Ihram

Setelah niat, sholat dimulai dengan takbiratul ihram. Bacaan takbir adalah:

اَللهُ أَكْبَرُ

  • Latin: Allaahu akbar.
  • Arti: Allah Maha Besar.

Takbiratul ihram menandai masuknya seseorang ke dalam sholat. Setelah takbir ini, aktivitas di luar sholat seperti berbicara, makan, minum, atau bergerak tanpa kebutuhan sholat tidak boleh dilakukan.

Doa Iftitah: Praktik NU dan Muhammadiyah

Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum Al-Fatihah. Di masyarakat Indonesia, ada beberapa redaksi doa iftitah yang dikenal. Dua yang paling sering dibahas adalah redaksi yang lazim di lingkungan NU dan redaksi yang sering digunakan warga Muhammadiyah.

Doa Iftitah yang Lazim di Lingkungan NU

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. اِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Banyak warga NU membaca doa iftitah dengan awalan "Allaahu akbar kabiiraa..."

  • Latin ringkas: Allaahu akbar kabiiraa, walhamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa...
  • Makna umum: Mengagungkan Allah, memuji-Nya, mensucikan-Nya, dan menghadapkan diri kepada Allah dengan lurus.

Redaksi ini populer di lingkungan pesantren dan masyarakat Syafi'iyah Indonesia.

Doa Iftitah yang Sering Digunakan Muhammadiyah

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ

Di lingkungan Muhammadiyah, doa iftitah yang sering diajarkan adalah redaksi "Allaahumma baa'id bainii..." yang bersumber dari hadits Bukhari dan Muslim. HR. Bukhari no. 744, Muslim no. 598.

  • Latin ringkas: Allaahumma baa'id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii min khathaayaaya kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Allaahummaghsilnii min khathaayaaya bits tsalji wal maa-i wal barad.
  • Makna umum: Memohon agar Allah menjauhkan diri dari kesalahan sebagaimana timur dan barat dijauhkan, membersihkan dosa sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran, dan membasuh kesalahan dengan salju, air, dan embun.

Kedua redaksi tersebut memiliki dasar yang dikenal dalam literatur hadits. Dalam praktiknya, mengikuti salah satu redaksi yang diajarkan guru atau lembaga keagamaan terpercaya adalah pilihan yang aman.

Membaca Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ

Al-Fatihah adalah bacaan pokok dalam setiap rakaat sholat.

  • Latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin...
  • Arti umum: Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam; Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang; Pemilik hari pembalasan; hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan; tunjukilah kami jalan yang lurus.

Al-Fatihah harus dibaca dengan tertib dan benar. Jika belum lancar, belajarlah bertahap kepada guru. Transliterasi Latin hanya alat bantu, bukan pengganti bacaan Arab yang benar.

Membaca Surat Pendek Setelah Al-Fatihah

Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat atau ayat Al-Qur'an pada rakaat pertama dan kedua. Surat yang sering dibaca antara lain Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Al-Kautsar, Al-'Ashr, atau surat pendek lain yang dihafal.

Contoh format:

  • Surat: Al-Ikhlas
  • Latin: Qul huwallaahu ahad...
  • Arti umum: Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa.

Untuk pemula, tidak perlu memaksakan membaca surat panjang. Yang terpenting adalah bacaan Al-Fatihah benar, lalu membaca surat pendek yang sudah dihafal dengan baik.

Ruku'

Setelah membaca surat, lanjut ruku'. Saat ruku', punggung diusahakan rata dan tangan memegang lutut dengan tenang.

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Bacaan yang umum dibaca:

  • Latin: Subhaana rabbiyal 'azhiimi wa bihamdih.
  • Arti: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya.

Ada juga redaksi lain yang lebih pendek atau berbeda sesuai tuntunan hadits yang diajarkan. Perbedaan ini tidak perlu menjadi sebab saling menyalahkan selama memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

I'tidal

I'tidal adalah bangkit dari ruku' hingga berdiri tegak kembali.

Saat bangkit dari ruku', bacaan yang umum adalah:

  • Latin: Sami'allaahu liman hamidah.
  • Arti: Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

Setelah berdiri tegak, bacaan yang umum:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

  • Latin: Rabbanaa lakal hamdu.
  • Arti: Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.

Dalam beberapa tuntunan, redaksi pujian setelah i'tidal bisa lebih panjang. Ikuti bacaan yang sudah dipelajari dari guru atau lembaga terpercaya.

Sujud

Sujud dilakukan dengan meletakkan anggota sujud pada tempatnya, yaitu dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung kedua kaki menurut penjelasan fiqih yang umum diajarkan.

Bacaan sujud yang umum:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

  • Latin: Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih.
  • Arti: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya.

Sujud adalah posisi yang sangat mulia dalam sholat. Karena itu, lakukan dengan tenang, tidak tergesa-gesa, dan jaga tuma'ninah.

Duduk di Antara Dua Sujud

Setelah sujud pertama, duduk sebentar di antara dua sujud. Bacaan yang umum:

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

  • Latin: Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii, wahdinii, wa'aafinii, wa'fu 'annii.
  • Arti umum: Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, petunjuk, kesehatan, dan maafkanlah aku.

Sebagian masyarakat membaca redaksi yang lebih pendek. Yang penting adalah memahami bahwa posisi ini adalah momen memohon ampunan dan rahmat Allah.

Tasyahud Awal

Tasyahud awal dilakukan pada rakaat kedua dalam sholat Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Sholat Subuh tidak memiliki tasyahud awal karena hanya dua rakaat.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

  • Latin ringkas: Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaah...
  • Arti umum: Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Salam sejahtera atas Nabi, rahmat Allah dan berkah-Nya, serta salam atas kami dan hamba-hamba Allah yang saleh.

Tasyahud Akhir dan Shalawat

Tasyahud akhir dibaca pada rakaat terakhir sebelum salam. Bacaan tasyahud akhir biasanya mencakup tasyahud, shalawat kepada Nabi Muhammad, dan doa sebelum salam.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

  • Latin ringkas: Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaah... Allaahumma shalli 'alaa Muhammad...
  • Arti umum: Bacaan ini berisi pengagungan kepada Allah, salam kepada Nabi, persaksian syahadat, dan shalawat kepada Nabi Muhammad sebagaimana shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.

Dalam praktik NU dan Muhammadiyah, ada beberapa redaksi tasyahud dan shalawat yang diajarkan. Perbedaan ini biasanya terkait pilihan riwayat dan tuntunan yang diikuti, bukan perbedaan dalam rukun sholatnya.

Salam

Sholat ditutup dengan salam ke kanan dan ke kiri.

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

  • Latin: Assalaamu'alaikum warahmatullaah.
  • Arti: Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah atas kalian.

Salam pertama menjadi penanda keluar dari sholat. Salam kedua termasuk penyempurna yang lazim dilakukan dalam praktik sholat umat Islam.

Tabel Perbandingan Bacaan Sholat NU dan Muhammadiyah

Bagian Sholat Praktik yang Lazim di NU Praktik yang Lazim di Muhammadiyah Catatan Bijak
NiatSering dilafalkan sebelum takbir sebagai bantuan menghadirkan niatUmumnya cukup niat dalam hati, tidak melafalkan niat khususInti niat tetap di hati
Doa iftitahBanyak menggunakan "Allaahu akbar kabiiraa..."Banyak menggunakan "Allaahumma baa'id bainii..."Keduanya dikenal dalam tuntunan sholat
Qunut SubuhUmumnya membaca qunut pada rakaat kedua setelah i'tidalUmumnya tidak membaca qunut Subuh rutinIni perbedaan fiqih yang sudah lama ada
TasyahudMengikuti redaksi yang diajarkan dalam tradisi Syafi'iyah/pesantrenMengikuti redaksi dalam tuntunan tarjih/HPTJangan saling menyalahkan tanpa ilmu
Dzikir setelah sholatSering dilanjutkan wirid berjamaah atau sendiriUmumnya dzikir sendiri sesuai tuntunanKeduanya bertujuan mengingat Allah
Sikap terhadap perbedaanMengikuti mazhab Syafi'i dan tradisi pesantrenMenekankan dalil hadits shahih dan tarjihPerlu adab dalam menyikapi khilafiyah

Panduan Memilih Bacaan yang Diikuti

Jika bingung memilih bacaan sholat, gunakan panduan sederhana ini:

  1. Jika Anda belajar di pesantren, madrasah, atau lingkungan NU, ikuti bacaan yang diajarkan guru setempat dan verifikasi dengan kitab atau sumber NU yang kredibel.
  2. Jika Anda belajar di lingkungan Muhammadiyah, ikuti tuntunan sholat dari Majelis Tarjih atau buku Himpunan Putusan Tarjih yang diajarkan pembimbing.
  3. Jika Anda pemula, prioritaskan memperbaiki Al-Fatihah, tuma'ninah, dan rukun sholat terlebih dahulu sebelum memperdebatkan variasi bacaan sunnah.
  4. Jika sholat berjamaah, ikuti imam dalam hal gerakan dan jaga adab. Perbedaan bacaan pribadi tidak perlu ditampakkan sebagai konflik.
  5. Jika menemukan perbedaan, tanyakan kepada guru dengan adab, bukan langsung menyimpulkan bahwa pihak lain salah.

Dengan kerangka ini, pembaca tidak hanya mendapat daftar bacaan, tetapi juga tahu cara mengambil keputusan secara tenang dan berilmu.

Bacaan Khusus: Qunut Subuh

Qunut Subuh adalah salah satu perbedaan yang paling sering ditanyakan. Dalam mazhab Syafi'i, qunut Subuh pada rakaat kedua setelah i'tidal adalah amalan yang dikenal luas. Karena itu, banyak warga NU membacanya dalam sholat Subuh. Muhammadiyah pada umumnya tidak membaca qunut Subuh secara rutin karena mengikuti tarjih dalil yang berbeda.

اَللّٰهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

  • Latin ringkas: Allaahummah dinii fiiman hadait...
  • Arti umum: Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah keselamatan, peliharalah aku, berkahilah apa yang Engkau berikan, dan lindungilah aku dari keburukan ketetapan-Mu.

Jika Anda sholat berjamaah di masjid yang membaca qunut, ikuti imam dengan baik. Jika sholat di masjid yang tidak membaca qunut, tetap jaga adab dan jangan menjadikan perbedaan ini sebagai sumber pertengkaran.

Untuk menjaga kekhusyukan setelah shalat, bacaan dzikir pagi petang bisa menjadi kebiasaan harian yang melengkapi ibadah.

FAQ Seputar Bacaan Sholat Lengkap

1. Apakah bacaan sholat NU dan Muhammadiyah berbeda semua?

Tidak. Urutan utama sholat sama: niat, takbir, Al-Fatihah, ruku', i'tidal, sujud, tasyahud, dan salam. Perbedaannya biasanya pada beberapa redaksi sunnah, seperti doa iftitah, qunut Subuh, atau pilihan bacaan tertentu berdasarkan tuntunan masing-masing.

2. Apakah niat sholat wajib dilafalkan?

Inti niat adalah di dalam hati. Melafalkan niat banyak diamalkan di lingkungan NU sebagai bantuan menghadirkan niat. Muhammadiyah umumnya tidak melafalkan niat karena menilai niat cukup di hati. Untuk pemula, yang paling penting adalah memahami sholat apa yang sedang dilakukan dan melakukannya karena Allah.

3. Bolehkah memakai transliterasi Latin untuk belajar sholat?

Boleh sebagai alat bantu sementara, terutama bagi pemula. Namun transliterasi Latin tidak selalu mampu menggambarkan makhraj dan panjang-pendek bacaan Arab secara tepat. Karena itu, tetap belajar langsung kepada guru dan gunakan mushaf atau sumber bacaan yang sudah diverifikasi.


Penulis

Redaksi Kuttab

Tim redaksi Kuttab Digital menyajikan panduan islami berbasis sumber otoritatif: NU, Muhammadiyah, MUI, dan kitab-kitab mu'tabar. Setiap artikel melewati proses verifikasi sebelum dipublikasikan.

Ukuran Teks Arab 100%
Iklan