Dzikir pagi petang adalah amalan sunnah harian yang dibaca pada dua waktu utama: pagi setelah Subuh hingga terbit matahari, dan petang setelah Ashar hingga menjelang Maghrib. Bacaan dzikir pagi petang bersumber dari Al-Qur'an dan hadits shahih, di antaranya Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255), tiga surat perlindungan (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas), dan Sayyidul Istighfar (HR. Bukhari no. 6306).
Dzikir pagi petang adalah amalan harian yang dibaca pada waktu pagi dan sore sebagai bentuk mengingat Allah, memohon perlindungan, serta menjaga hati tetap dekat dengan-Nya. Waktu yang paling utama untuk dzikir pagi adalah setelah Subuh sampai terbit matahari, sedangkan dzikir petang dibaca setelah Ashar sampai menjelang Maghrib. Jika terlewat, sebagian ulama membolehkan tetap membacanya di waktu yang masih dekat sebagai bentuk menjaga kebiasaan baik.
Artikel ini menyajikan pilihan bacaan dzikir pagi petang yang ringkas dan mudah diamalkan. Setiap bacaan dilengkapi teks Arab, transliterasi Latin, arti ringkas, pengulangan, dan rujukan dari Hisnul Muslim dan Al-Adzkar Imam An-Nawawi.
Waktu Terbaik Membaca Dzikir Pagi dan Petang
Baca Juga
Waktu dzikir pagi
Waktu utama dzikir pagi adalah:
- setelah shalat Subuh,
- sampai terbit matahari atau masuk waktu syuruq.
Secara praktis di Indonesia, ini berarti dzikir pagi bisa dibaca setelah shalat Subuh di rumah, masjid, atau sebelum memulai aktivitas kerja dan sekolah. Untuk menyesuaikan waktu Subuh di kota masing-masing, pembaca bisa melihat jadwal sholat harian. Jika terburu-buru, bacalah versi ringkas terlebih dahulu agar kebiasaan tetap terjaga.
Waktu dzikir petang
Waktu utama dzikir petang adalah:
- setelah shalat Ashar,
- sampai menjelang Maghrib.
Sebagian ulama juga memasukkan awal malam dalam kelonggaran waktu dzikir petang. Namun untuk membangun rutinitas, waktu paling mudah adalah langsung setelah Ashar atau saat perjalanan pulang kerja sebelum Maghrib.
Prinsip praktisnya
Jika masih pemula, mulailah dari 5-7 bacaan inti, lalu tambahkan bertahap. Konsistensi lebih penting daripada membaca panjang selama dua hari lalu berhenti.
7 Bacaan Dzikir Pagi
1. Ayat Kursi
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Latin: Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum...
Arti ringkas: Allah adalah Tuhan Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya, dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.
Pengulangan: 1 kali.
Sumber: QS. Al-Baqarah: 255. Keutamaannya sebagai perlindungan disebut dalam riwayat HR. Abu Dawud no. 2023, dinilai shahih oleh Al-Albani.
2. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَٰهِ النَّاسِ ﴿٣﴾ مِنَ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾
Latin ringkas:
- Qul huwallaahu ahad...
- Qul a'uudzu birabbil falaq...
- Qul a'uudzu birabbin naas...
Arti ringkas: Tiga surat ini berisi tauhid dan permohonan perlindungan kepada Allah dari berbagai keburukan, gangguan, dan bisikan.
Pengulangan: 3 kali masing-masing pada pagi hari.
Sumber: Hisnul Muslim, HR. Abu Dawud no. 5082, Tirmidzi no. 2903.
3. Sayyidul Istighfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu...
Arti ringkas: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, aku adalah hamba-Mu, dan aku memohon ampun atas dosaku.
Pengulangan: 1 kali.
Sumber: HR. Bukhari no. 6306.
4. Memohon Keselamatan Dunia dan Akhirat
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ، اللَّهُمْ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى، اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Latin: Allahumma innii as'alukal 'afwa wal 'aafiyah fid-dunyaa wal aakhirah. Allahumma innii as'alukal 'afwa wal 'aafiyah fii diinii wa dunyaaya wa ahlii wa maalii. Allahummastur 'awraatii wa aamin raw'aatii. Allahummahfazhnii min baini yadayya wa min khalfii wa 'an yamiinii wa 'an syimaalii wa min fawqii wa a'uudzu bi'azhamatika an ughtaala min tahtii.
Arti ringkas: Ya Allah, aku memohon ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat, dalam agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Tutuplah aibku, amankanlah ketakutanku, dan jagalah aku dari segala arah.
Pengulangan: 1 kali.
Sumber: Hisnul Muslim, HR. Abu Dawud no. 5074, Ibnu Majah no. 3871.
5. Ridha kepada Allah, Islam, dan Nabi Muhammad ﷺ
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Latin: Radhiitu billaahi rabbaa, wa bil-islaami diinaa, wa bi Muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallama nabiyyaa.
Arti ringkas: Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Nabi Muhammad ﷺ sebagai nabi.
Pengulangan: 3 kali.
Sumber: Hisnul Muslim, HR. Abu Dawud no. 5072, Tirmidzi no. 3389.
6. Tasbih, Tahmid, dan Takbir
سُبْحَانَ اللهِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
اللهُ أَكْبَرُ
Latin: Subhaanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallaahu akbar.
Arti ringkas: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.
Pengulangan: Bisa dibaca 10, 33, atau sesuai tuntunan yang dipilih dalam wirid harian.
Sumber: HR. Muslim no. 2694.
7. Shalawat kepada Nabi ﷺ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Latin: Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim, innaka hamiidun majiid.
Arti ringkas: Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Pengulangan: Minimal beberapa kali sesuai kemampuan.
Sumber: HR. Ahmad, dinilai hasan oleh Al-Albani.
7 Bacaan Dzikir Petang
Dzikir petang banyak yang sama dengan dzikir pagi. Perbedaannya terutama ada pada redaksi waktu, misalnya dari ashbahnaa (kami memasuki pagi) menjadi amsainaa (kami memasuki sore). Ayat Kursi, tiga surat terakhir Al-Qur'an, Sayyidul Istighfar, doa 'afiyah, dan shalawat tetap dibaca sama seperti versi pagi.
1. Ayat Kursi
Sama seperti dzikir pagi — baca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) sebanyak 1 kali.
2. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Sama seperti dzikir pagi — baca masing-masing 3 kali pada petang hari.
3. Dzikir Memasuki Petang
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لله، وَالْحَمْدُ لله، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Amsainaa wa amsal mulku lillaah, walhamdulillaah, laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.
Arti ringkas: Kami memasuki waktu petang dan seluruh kerajaan tetap milik Allah. Segala puji hanya bagi Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Pengulangan: 1 kali.
Sumber: Hisnul Muslim, HR. Muslim (Riyadush Shalihin no. 1455).
4. Memohon Perlindungan dari Keburukan Malam
رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا
Latin: Rabbi as'aluka khaira maa fii haadzihil lailah wa khaira maa ba'dahaa, wa a'uudzu bika min syarri maa fii haadzihil lailah wa syarri maa ba'dahaa.
Arti ringkas: Ya Allah, aku memohon kebaikan malam ini dan kebaikan setelahnya, serta berlindung dari keburukan malam ini dan keburukan setelahnya.
Pengulangan: 1 kali.
Sumber: Hisnul Muslim, HR. Muslim (Riyadush Shalihin no. 1455).
5. Memohon Keselamatan Dunia dan Akhirat
Sama seperti dzikir pagi — baca doa Allahumma inni as'alukal 'afwa wal 'afiyah (lihat dzikir pagi no. 4).
6. Berlindung dari Kemalasan dan Keburukan Usia
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
Latin: Allahumma innii a'uudzu bika minal 'ajzi wal kasal, wal jubni wal haram, wa a'uudzu bika min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa a'uudzu bika min 'adzaabil qabr.
Arti ringkas: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, pikun, fitnah hidup dan mati, serta siksa kubur.
Pengulangan: 1 kali.
Sumber: Hisnul Muslim, HR. Muslim no. 2722.
7. Shalawat kepada Nabi ﷺ
Sama seperti dzikir pagi — baca shalawat Ibrahimiyah (lihat dzikir pagi no. 7) minimal beberapa kali sesuai kemampuan.
Keutamaan Dzikir Pagi Petang
Dzikir pagi petang bukan sekadar bacaan rutin. Ia adalah cara seorang Muslim membuka dan menutup fase harian dengan mengingat Allah.
Beberapa keutamaannya antara lain:
- Menguatkan tauhid. Banyak bacaan dzikir pagi petang berisi pengakuan bahwa Allah satu-satunya Tuhan dan tempat bergantung.
- Menjadi sebab perlindungan. Beberapa bacaan seperti Ayat Kursi dan tiga surat terakhir Al-Qur'an dikenal sebagai bacaan perlindungan. HR. Tirmidzi no. 2913.
- Membantu hati lebih tenang. Orang yang memulai hari dengan dzikir biasanya lebih mudah mengingat bahwa rezeki, keselamatan, dan urusan hidup berada di tangan Allah.
- Membangun disiplin ibadah. Dzikir pagi petang bisa menjadi jembatan menuju kebiasaan baik lain, seperti tilawah, shalat sunnah seperti sholat Dhuha, dan membaca ilmu.
- Menghidupkan sunnah harian. Banyak ulama menyusun bab khusus tentang dzikir pagi petang dalam kitab doa dan adab, seperti Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dan Hisnul Muslim.
Selain dzikir pagi petang, amalan malam seperti sholat tahajud juga membantu menjaga kedekatan hati dengan Allah di waktu yang paling sunyi dan mulia.
Jadwal Praktis Dzikir Pagi Petang untuk Muslim Indonesia
Berikut contoh jadwal yang realistis untuk rutinitas di Indonesia.
| Situasi | Dzikir Pagi | Dzikir Petang |
|---|---|---|
| Pekerja kantor | Setelah Subuh sebelum mandi/berangkat | Setelah Ashar atau saat perjalanan pulang |
| Pelajar/mahasiswa | Setelah Subuh sebelum sekolah/kuliah | Setelah Ashar sebelum belajar malam |
| Ibu rumah tangga | Setelah Subuh sebelum aktivitas dapur | Setelah Ashar sebelum persiapan Maghrib |
| Pedagang/pekerja lapangan | Setelah Subuh sebelum buka usaha | Saat jeda sore sebelum Maghrib |
| Pemula | 5 menit: Ayat Kursi + 3 surat pendek + Sayyidul Istighfar | 5 menit: Ayat Kursi + 3 surat pendek + doa perlindungan |
Jika sulit membaca semua bacaan, buat versi bertahap: mulai dari Ayat Kursi dan tiga surat pendek, lalu tambahkan Sayyidul Istighfar, doa keselamatan, dan bacaan lengkap yang sudah dipelajari.
Tips Konsisten Membaca Dzikir Pagi Petang
1. Tempelkan pada kebiasaan yang sudah ada
Jangan menunggu waktu kosong. Kaitkan dzikir dengan kebiasaan tetap, misalnya setelah shalat Subuh dan setelah shalat Ashar. Ini lebih mudah daripada membuat jadwal baru dari nol.
2. Mulai dari versi ringkas
Banyak orang gagal konsisten karena langsung ingin membaca versi panjang. Mulailah dari 5 menit. Setelah terbiasa, tambahkan bacaan secara bertahap.
3. Gunakan kartu kecil atau catatan ponsel
Banyak orang lebih mudah konsisten jika punya panduan yang ringkas dan mudah dibuka ulang. Untuk kebutuhan pribadi, buat catatan ringkas di ponsel berisi urutan bacaan dan jumlah pengulangan.
4. Jangan menjadikan lupa sebagai alasan berhenti
Jika satu pagi terlewat, lanjutkan lagi esok hari. Targetnya bukan merasa sempurna, tetapi membangun hubungan harian dengan Allah.
5. Pilih sumber yang jelas
Gunakan panduan dari kitab dan ulama yang dikenal, seperti Hisnul Muslim, Al-Adzkar, NU Online, Muhammadiyah/Tarjih, atau guru yang amanah. Hindari menyebarkan teks Arab atau klaim keutamaan tanpa sumber jelas.
Perbedaan Dzikir Pagi dan Dzikir Petang
Secara umum, dzikir pagi dan petang memiliki banyak bacaan yang sama. Perbedaan utamanya ada pada:
- Waktu baca. Pagi dibaca setelah Subuh hingga syuruq; petang setelah Ashar hingga Maghrib.
- Redaksi waktu. Bacaan pagi memakai redaksi seperti ashbahnaa; bacaan petang memakai amsainaa.
- Konteks kebutuhan. Dzikir pagi membantu memulai hari, sedangkan dzikir petang membantu menutup aktivitas dan memohon perlindungan memasuki malam.
Jadi, jika seseorang bertanya "apakah dzikir pagi dan petang sama?", jawabannya: sebagian besar mirip, tetapi ada bacaan yang redaksinya berbeda sesuai waktu.
FAQ Dzikir Pagi Petang
Apakah dzikir pagi petang harus dibaca lengkap semua?
Tidak harus langsung lengkap bagi pemula. Yang terbaik adalah mengikuti tuntunan yang shahih dan membacanya dengan konsisten. Jika belum mampu membaca semuanya, mulai dari bacaan inti seperti Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan Sayyidul Istighfar.
Bolehkah membaca dzikir pagi petang lewat HP?
Boleh, selama membantu membaca dengan benar dan tidak mengganggu kekhusyukan. Pastikan sumber teksnya terpercaya dan sudah diverifikasi, terutama untuk tulisan Arab dan nomor hadits.
Kalau terlambat membaca dzikir pagi, apakah masih boleh dibaca?
Jika terlewat dari waktu utama, sebagian ulama membolehkan membacanya ketika ingat, terutama untuk menjaga kebiasaan. Namun usahakan tetap membaca di waktu utama: pagi setelah Subuh dan petang setelah Ashar.