Panduan Shalat

Sholat Ghaib: Niat, Syarat, Rukun, dan Tata Caranya

Sholat ghaib adalah sholat jenazah atas mayit yang tidak hadir di hadapan. Artikel ini memuat dalil Raja Najasyi, niat Arab-latin, syarat sah, rukun empat takbir, dan doa menurut rujukan NU Online.

Redaksi Kuttab | | Diperbarui | 4 menit baca
Sholat Ghaib: Niat, Syarat, Rukun, dan Tata Caranya

Sholat ghaib adalah sholat jenazah yang dikerjakan ketika mayit tidak berada di hadapan — misalnya meninggal di kota lain, hilang, atau sudah dikubur jauh. Gerakan dan bacaannya sama dengan sholat jenazah biasa: empat takbir, tanpa ruku dan sujud. Yang membedakan terutama kehadiran jenazah dan redaksi niat.

Artikel ini merangkum dalil, niat, syarat, rukun, dan doa, dengan rujukan NU Online. Untuk bacaan sholat fardhu secara umum, lihat juga bacaan sholat lengkap.

Apa Itu Sholat Ghaib?

Ghaib artinya tidak ada / tidak hadir. NU Online menjelaskan sholat ghaib sebagai sholat jenazah yang dilakukan ketika jasad tidak di tempat, atau dari jarak jauh. Hukumnya — seperti sholat jenazah hadir — fardhu kifayah: cukup sebagian Muslim menunaikan agar kewajiban gugur, dengan catatan diketahui ada yang sudah menyalatkan.

Dalil: Sholat atas Raja Najasyi

Syariat sholat ghaib dikaitkan dengan kematian Raja Najasyi (Ashhamah bin Abjar) di Habasyah (Etiopia), Rajab 9 H. Nabi shallallahu alaihi wasallam di Madinah mengumumkan kewafatannya pada hari yang sama, keluar ke musala, mengatur shaf, dan bertakbir empat kali (HR. Al-Bukhari dan Muslim; dinukil NU Online).

NU Online mencatat riwayat ghaib untuk sahabat lain (Mu‘awiyah bin Mu‘awiyah, Zaid bin Haritsah, Ja‘far) dibahas ulama dengan status sanad yang lebih lemah; pegangan utama yang disepakati adalah hadits Najasyi yang shahih.

Niat Sholat Ghaib

Niat di hati bersamaan takbiratul ihram. Lafal umum (jenazah Muslim ghaib, sholat sendiri) dari NU Online / Perukunan Melayu:

أُصَلِّيْ عَلَى المَيِّتِ الغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Ushallî ‘alāl mayyitil ghā’ibi arba‘a takbīrātin fardha kifāyatin lillāhi ta‘ālā.

Artinya: Aku menyengaja sholat atas mayit yang ghaib empat takbir fardhu kifayah karena Allah Ta‘ala.

Untuk jenazah laki-laki tertentu (imam/makmum), NU Online mencontohkan:

أُصَلِّي عَلَى مَيِّتِ (فُلَانِ) الْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Ushallî ‘alâ mayyiti (fulân) al-ghâ’ibi arba‘a takbîrâtin fardhal kifâyati imâman/ma’mûman lillâhi ta‘âlâ.

Untuk jenazah perempuan: ganti mayyiti … al-ghâ’ibi menjadi mayyitati (fulânah) al-ghâ’ibati. Untuk korban massal di satu tempat, NU Online memberi pola niat atas seluruh mayit Muslim di desa/lokasi tertentu. Jika hafalan Arab sulit, niat boleh dengan bahasa yang dipahami, asalkan makna di hati jelas.

Syarat Sah (Ringkas)

Selain syarat sholat pada umumnya, NU Online menekankan dua hal khusus:

  1. Jarak / kesulitan jangkau. Jenazah di luar daerah yang jauh, atau dekat tetapi sulit dijangkau. Jika masih di daerah yang mudah didatangi, sholat ghaib tidak sah (kerjakan sholat jenazah hadir).
  2. Sudah dimandikan (atau dugaan kuat). Jika diragukan, boleh niat digantungkan: “jika sudah dimandikan…” — NU Online menyebut sholat tetap dihukumi sah dengan catatan itu.

Rukun / Tata Cara (Sama dengan Jenazah)

Tidak ada ruku, sujud, i‘tidal. Ringkas dari NU Online:

  1. Niat + berdiri bagi yang mampu.
  2. Empat takbir (termasuk takbiratul ihram). Lebih dari empat tidak membatalkan selama tidak diyakini sebagai pembatal dan tidak mengangkat tangan pada kelebihan seolah takbir baru yang membatalkan.
  3. Setelah takbir 1: Al-Fatihah.
  4. Setelah takbir 2: shalawat (minimal Allahumma shalli ‘ala Muhammad; lebih utama shalawat Ibrahimiyah).
  5. Setelah takbir 3: doa untuk mayit.
  6. Setelah takbir 4: salam (disunahkan doa singkat sebelum salam).

Doa untuk Jenazah (Setelah Takbir Ketiga)

Doa yang dinukil NU Online dari ‘Auf bin Malik:

اللهم اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Latin (ringkas): Allâhummaghfir lahû warhamhû wa‘fu ‘anhû wa ‘âfihî wa akrim nuzulahû wa wassi‘ madkhalahû waghsilhu bi mâ’in wa tsaljin wa baradin wa naqqihi minal khathâyâ kamâ yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas, wa abdilhu dâran khairan min dârihî wa ahlan khairan min ahlihî wa zaujan khairan min zaujihî, waqihî fitnatal qabri wa ‘adzâban nâr.

Artinya: Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia, maafkan dan berilah afiat, muliakan tempatnya, lapangkan jalannya, basuhlah dengan air, salju, dan embun, sucikan dari dosa seperti kain putih dari kotoran, gantikan rumah, keluarga, dan pasangan yang lebih baik, lindungilah dari fitnah kubur dan azab neraka.

Untuk mayit perempuan, sesuaikan dhamir (lahâ, dll.) sesuai yang diajarkan guru setempat.

Sebelum salam (sunnah): Allâhumma lâ tahrimnâ ajrahû wa lâ taftinnâ ba‘dahû waghfir lanâ wa lahû.

FAQ

Apakah sholat ghaib sama dengan sholat jenazah?

Tata cara dan bacaan sama; bedanya jenazah tidak hadir dan niat menyebut ghaib.

Boleh untuk korban bencana massal?

Ya. NU Online menyediakan pola niat atas seluruh mayit Muslim di lokasi tertentu.

Haruskah tahu nama mayit?

Boleh niat atas mayit ghaib secara umum, mayit tertentu, atau massal — sesuaikan situasi.

Apakah menggugurkan fardhu kifayah setempat?

Sholat ghaib sah sebagai sholat jenazah; kewajiban setempat tetap terkait siapa yang mampu hadir menyalatkan di lokasi mayit. Ikuti fatwa/guru setempat untuk kasus bencana besar.

Sumber Rujukan

  • NU Online, Tata Cara Shalat Ghaib: Niat, Syarat, dan Rukunnya.
  • NU Online, Ini Lafal Niat Shalat Ghaib atas Jenazah di Luar Kota atau Jenazah Hilang.
  • NU Online, Shalat Ghaib dan Jenazah; Shalat Ghaib (ubudiyah).

Penulis

Redaksi Kuttab

Tim redaksi Kuttab Digital menyajikan panduan islami berbasis sumber otoritatif: NU, Muhammadiyah, MUI, dan kitab-kitab mu'tabar. Setiap artikel melewati proses verifikasi sebelum dipublikasikan.

Ukuran Teks Arab 100%
Iklan