Sholat awwabin adalah shalat sunnah yang dikerjakan antara Maghrib dan Isya. Dalam Madzhab Syafi'i — yang banyak diamalkan di Indonesia — istilah shalat awwabin terutama merujuk pada shalat sunnah di jeda itu, meski dalam literatur lain “awwabin” juga bisa menunjuk Dhuha.
Artikel ini merangkum arti nama, waktu, jumlah rakaat, niat, tata cara, dan keutamaan, dengan rujukan utama NU Online (Bahtsul Masail: Penjelasan Seputar Shalat Sunah Awwabin). Untuk memastikan masuk waktu Maghrib–Isya di kota Anda, cek jadwal sholat harian.
Apa Itu Sholat Awwabin?
Baca Juga
- Sholat Ghaib: Niat, Syarat, Rukun, dan Tata Caranya Panduan Shalat
- Sholat Rawatib: Niat, Jumlah Rakaat, Waktu, dan Keutamaannya Panduan Shalat
- Sholat Taubat: Niat, Tata Cara 2 Rakaat, Doa, dan Waktunya Panduan Shalat
Menurut NU Online, shalat sunnah dikategorikan sebagai ibadah fisik yang sangat utama. Di antara shalat sunnah itu ada shalat Awwabin. Istilah ini memiliki dua konotasi: shalat Dhuha, atau shalat sunnah antara Maghrib dan Isya. Madzhab Syafi'i cenderung memakai “shalat Awwabin” untuk pengertian kedua — shalat sunnah di antara Maghrib dan Isya (dikutip dari Al-Mawsu‘ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah).
Kenapa Disebut Awwabin?
Awwabin berkaitan dengan orang yang “kembali” kepada Allah. NU Online mengutip Hasyiyatul Jamal: dinamai shalat Awwabin karena pelakunya kembali kepada Allah dan bertobat dari kesalahan siang hari; jika diulang, itu penanda rujuk kepada Allah meskipun tidak selalu disadari.
Shalat ini juga disebut shalat ghaflah (shalat “kelalaian”). Dari Al-Iqna‘ (Asy-Syarbini), orang sering lalai di antara Maghrib dan Isya karena makan malam, tidur, atau aktivitas lain — maka mengisi jeda itu dengan shalat sunnah melawan kelalaian.
Waktu Pelaksanaan
Waktunya: setelah shalat Maghrib hingga sebelum Isya. Jangan menunda Maghrib atau menggeser Isya berjamaah hanya demi sunnah; sunnah mengisi sisa waktu yang ada.
Berapa Rakaat?
NU Online (dari Al-Iqna‘): jumlah rakaat shalat Awwabin disebut hingga dua puluh rakaat, minimal dua rakaat. Di masyarakat Indonesia, pola yang sering diajarkan adalah enam rakaat (tiga kali 2 rakaat salam), sejalan dengan riwayat keutamaan yang dinukil At-Tirmidzi di jawaban NU Online.
Praktis untuk pemula: mulai 2 rakaat konsisten; bila longgar, naik ke 4 atau 6.
Niat Sholat Awwabin
Niat tempatnya di hati sebelum takbiratul ihram. Lafal yang umum diajarkan untuk 2 rakaat (pola sunnah Syafi'i, seperti niat sunnah lain di situs ini):
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْأَوَّابِيْنَ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnatal awwâbîna rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat sholat sunnah awwabin dua rakaat karena Allah Ta‘ala.
Boleh tanpa melafalkan, asalkan hati sadar: sholat sunnah antara Maghrib–Isya (awwabin) karena Allah. Prinsip niat yang sama berlaku pada niat sholat Dhuha dan sholat istikharah.
Jika mengerjakan 6 rakaat dengan format 2-2-2, niat 2 rakaat diulang di setiap set, atau hadirkan di hati niat total 6 rakaat lalu kerjakan berpasangan.
Tata Cara Singkat
- Selesaikan Maghrib (dan rawatib ba‘diyah Maghrib bila biasa dikerjakan).
- Berdiri sholat sunnah: niat awwabin, takbir, gerakan seperti sholat sunnah biasa.
- Setiap 2 rakaat salam (paling aman dan umum).
- Ulangi sesuai kemampuan (2, 4, 6, … hingga maksimal yang disebut fuqaha).
- Boleh dilanjut doa dan dzikir singkat; tidak ada doa khusus wajib yang mengikat selain doa umum setelah sholat.
Bacaan di dalam sholat: Al-Fatihah + surat pendek yang sudah dikuasai. Untuk gerakan dan bacaan lengkap, lihat bacaan sholat lengkap.
Keutamaan (Riwayat yang Dinukil)
NU Online menukil riwayat At-Tirmidzi (makna): barang siapa shalat enam rakaat antara Maghrib dan Isya, Allah catat baginya pahala ibadah dua belas tahun. Seperti amalan sunnah lain: keutamaan menguatkan semangat, bukan mengubah sholat sunnah menjadi “transaksi” semata. Yang utama: istiqamah dan khusyuk.
FAQ
Apakah awwabin sama dengan Dhuha?
Dalam sebagian redaksi “awwabin” bisa untuk Dhuha; dalam Madzhab Syafi'i yang dijelaskan NU Online, nama itu khusus dipakai untuk sunnah Maghrib–Isya.
Wajibkah 6 atau 20 rakaat?
Tidak. Minimal 2; 6 populer karena riwayat keutamaan; 20 adalah batas yang disebut sebagian kitab.
Boleh dikerjakan di rumah?
Boleh. Di masjid juga boleh, selama tidak mengganggu jamaah Isya.
Apakah menggantikan rawatib Maghrib?
Tidak saling mengganti secara otomatis. Rawatib ba‘diyah Maghrib dan awwabin sama-sama sunnah di rentang waktu yang berdekatan; sesuaikan kemampuan dan kebiasaan yang diajarkan guru setempat.
Sumber Rujukan
- NU Online, Penjelasan Seputar Shalat Sunah Awwabin (Bahtsul Masail; merujuk Al-Iqna‘, Hasyiyatul Jamal, Al-Mawsu‘ah al-Fiqhiyyah, riwayat Tirmidzi).