Sholat taubat adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika seseorang ingin bertaubat dari dosa. Ia bukan pengganti penyesalan, melainkan amalan yang mendampingi taubat: bersuci, shalat, lalu beristighfar dengan niat jujur tidak mengulangi kesalahan.
Artikel ini merangkum pengertian, dalil yang dipakai ulama, niat, tata cara, syarat taubat, serta pertanyaan yang sering muncul, dengan rujukan utama dari NU Online dan kitab yang dikutip para ulama NU seperti Nihâyatuz Zain karya Syekh Nawawi Banten.
Sebelum shalat, pastikan waktu shalat fardhu tidak terlewat. Anda bisa mengecek jadwal sholat harian agar ikhtiar taubat tidak menggeser kewajiban yang lebih utama.
Apa Itu Sholat Taubat?
Baca Juga
- Sholat Ghaib: Niat, Syarat, Rukun, dan Tata Caranya Panduan Shalat
- Sholat Awwabin: Arti, Waktu Maghrib-Isya, Niat, dan Tata Cara Panduan Shalat
- Sholat Rawatib: Niat, Jumlah Rakaat, Waktu, dan Keutamaannya Panduan Shalat
Sholat taubat (salat at-taubah) adalah shalat sunnah yang dianjurkan para ulama ketika seseorang hendak bertaubat. NU Online menjelaskan, berdasarkan penuturan Syekh Nawawi Banten, shalat ini terdiri dari dua rakaat dengan niat sunnah taubat, umumnya dikerjakan sebelum seseorang bertaubat secara lisan dan batin — meski dikerjakan setelah bertaubat pun dianggap sah.
Intinya: sholat taubat adalah bagian dari proses kembali kepada Allah, bukan ritual magis yang otomatis menghapus dosa tanpa penyesalan dan perubahan perilaku.
Dalil yang Dijadikan Dasar
NU Online menukil hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, dari jalur sahabat Ali bin Abi Thalib, dari Abu Bakar ash-Shiddiq, bahwa Rasulullah bersabda:
مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ، ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ لَهُ
Artinya: Tidaklah seseorang berbuat dosa lalu ia berdiri bersuci, kemudian shalat, lalu beristighfar kepada Allah, kecuali Allah mengampuninya.
Dari hadits ini para ulama mengambil pola: bersuci → shalat → istighfar.
Juga dinukil hadits:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
Artinya: Setiap anak Adam banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah orang-orang yang bertaubat. (HR. Ibnu Majah; dinukil NU Online melalui Bulughul Maram)
Hukum Sholat Taubat
Sholat taubat termasuk shalat sunnah. Yang wajib adalah bertaubat dari dosa: menyesal, berhenti, dan bertekad tidak mengulangi. Menunda taubat dari dosa, menurut Syekh Nawawi sebagaimana dikutip NU Online, sendiri merupakan kesalahan yang perlu ditaubati.
Jika taubat benar (taubatan nasuha), ia melebur dosa yang telah dilakukan, termasuk dosa besar, menurut penjelasan yang dinukil dari Nihâyatuz Zain.
Niat Sholat Taubat
Menurut NU Online, niat sholat taubat:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ
Latin: Ushallî sunnatat taubati
Artinya: Saya berniat shalat sunnah taubat.
Niat cukup dalam hati; melafalkan membantu konsentrasi. Dalam praktik masyarakat, ada juga yang menambah “dua rakaat karena Allah Ta’ala” — yang penting maksudnya sunnah taubat.
Variasi niat yang lebih panjang (misalnya menyebut rakaat dan “lillahi ta’ala”) sering dipakai di panduan populer. Yang digarisbawahi NU Online dari Syekh Nawawi adalah niat sunnatat taubah pada dua rakaat.
Tata Cara Sholat Taubat 2 Rakaat
Pelaksanaannya sama seperti shalat sunnah pada umumnya:
- Bersuci (wudhu atau mandi jika diperlukan).
- Menghadap kiblat, niat sholat taubat.
- Takbiratul ihram.
- Membaca iftitah (jika biasa), Al-Fatihah, dan surat pendek.
- Ruku, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua.
- Berdiri rakaat kedua: Al-Fatihah + surat, ruku hingga sujud seperti biasa.
- Tasyahud akhir dan salam.
- Setelah salam: beristighfar, menyesali dosa, bertekad tidak mengulangi, dan berdoa mohon ampunan.
Untuk bacaan shalat secara umum dari takbir sampai salam, Anda bisa merujuk bacaan sholat lengkap dari awal sampai akhir.
Jika thaharah Anda masih ragu, ulas kembali tata cara wudhu yang benar agar sholat taubat dikerjakan dalam keadaan suci.
Syarat Taubat yang Benar
Sholat taubat tidak cukup jika hati masih meremehkan dosa. Unsur taubat yang biasa diajarkan ulama:
- Menyesal atas dosa yang telah dilakukan.
- Berhenti dari dosa itu saat mampu.
- Bertekad tidak mengulangi.
- Jika dosa terkait hak manusia (utang, ghibah, merampas), usahakan mengembalikan hak atau meminta maaf sejauh mampu.
Tanpa unsur ini, sholat dan istighfar berisiko menjadi formalitas.
Kapan Sholat Taubat Dikerjakan?
Secara umum dikerjakan ketika sadar telah berbuat dosa dan ingin segera bertaubat. Tidak harus menunggu malam tertentu. Hindari waktu-waktu terlarang shalat sunnah mutlak jika Anda mengikuti pendapat yang ketat soal itu; utamakan tidak menunda penyesalan.
Yang lebih penting daripada “jam keberuntungan” adalah kesegeraan taubat. NU Online menekankan: menunda taubat adalah kesalahan tersendiri.
Doa dan Istighfar Setelah Sholat Taubat
Setelah salam, perbanyak istighfar. Bacaan sederhana yang dikenal luas:
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullâhal ‘azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qayyûmu wa atûbu ilaih
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.
Anda juga boleh berdoa dengan bahasa sendiri: sebut dosa secara umum tanpa merinci aib di hadapan orang, mohon ampunan, keteguhan, dan hati yang bersih. Dzikir harian seperti di halaman dzikir pagi petang membantu menjaga hati agar tidak mudah kembali lengah.
Yang Sering Disalahpahami
- Sholat taubat bukan pengganti taubat hati dan perubahan perilaku.
- Bukan “tiket” mengulangi dosa dengan mudah karena “nanti sholat taubat lagi”.
- Tidak harus 100 rakaat atau bacaan yang tidak berdasar.
- Dua rakaat sunnah + istighfar + taubat jujur sudah sesuai kerangka yang diajarkan ulama dalam rujukan NU Online.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa rakaat sholat taubat?
Dua rakaat, menurut penuturan Syekh Nawawi yang dikutip NU Online.
Bagaimana niat sholat taubat?
Niat sunnah taubat: Ushallî sunnatat taubati — saya berniat shalat sunnah taubat.
Apakah sholat taubat wajib?
Hukumnya sunnah. Yang wajib adalah bertaubat dari dosa.
Boleh dikerjakan siang hari?
Boleh, selama tidak bentrok dengan ketentuan waktu terlarang yang Anda ikuti, dan tidak menunda penyesalan.
Apakah harus ada doa khusus setelahnya?
Intinya istighfar dan taubat. Doa tambahan dengan bahasa sendiri diperbolehkan.
Apa bedanya dengan taubatan nasuha?
Taubatan nasuha adalah taubat yang tulus dan tuntas (sesal, berhenti, tekad). Sholat taubat adalah amalan sunnah yang membantu proses itu, bukan nama lain dari taubat itu sendiri.
Sumber Rujukan
- NU Online, Tata Cara Pelaksanaan Shalat Taubat (Yazid Muttaqin), merujuk Syekh Nawawi Banten, Nihâyatuz Zain.
- NU Online Lampung, Keutamaan dan Tata Cara Shalat Taubat (mengutip NU Online pusat).
- Hadits tentang bersuci, shalat, dan istighfar (HR. Tirmidzi) serta hadits “setiap anak Adam bersalah…” (HR. Ibnu Majah) sebagaimana dinukil NU Online.