Tahun baru Islam 1448 Hijriah jatuh pada 16 Juni 2026. Bagi umat Muslim di Indonesia, pergantian tahun Hijriah bukan sekadar angka di kalender — ini momentum untuk bermuhasabah, memohon ampunan, dan memulai tahun baru dengan doa serta harapan yang lebih baik.
Salah satu amalan yang telah lama diamalkan oleh para ulama Nusantara adalah membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun. Doa ini dicantumkan oleh Habib Utsman bin Yahya, Mufti Jakarta abad ke-19–20 M, dalam kitabnya Maslakul Akhyar dan telah menjadi tradisi di kalangan nahdliyin maupun umat Islam Indonesia secara luas.
Berikut bacaan lengkapnya beserta panduan waktu dan tata caranya.
Waktu Membaca Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun
Sebelum masuk ke bacaan doa, penting memahami kapan waktunya:
| Doa | Waktu Membaca | Tanggal |
|---|---|---|
| Doa Akhir Tahun | Sebelum Maghrib, hari terakhir Dzulhijjah | Sore hari, 15 Juni 2026 (sebelum azan Maghrib) |
| Doa Awal Tahun | Setelah Maghrib, 1 Muharram | Malam hari, 16 Juni 2026 (setelah azan Maghrib) |
Kedua doa ini dianjurkan dibaca sebanyak 3 kali. Bisa dibaca sendiri-sendiri maupun berjamaah bersama keluarga.
Catatan: Dalam kalender Hijriah, pergantian hari dihitung sejak terbenamnya matahari (waktu Maghrib). Jadi malam 1 Muharram dimulai sejak Maghrib tanggal 15 Juni, bukan tengah malam.
Doa Akhir Tahun Hijriah
Doa akhir tahun berisi permohonan ampun atas dosa dan kelalaian selama setahun yang telah berlalu. Dibaca 3 kali sebelum Maghrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah.
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Latin:
Allâhumma mâ 'amiltu min 'amalin fî hâdzihi sanati mâ nahaitanî 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alâ 'uqûbatî, wa da'watanî ilat taubati min ba'di jarâ'atî 'alâ ma'shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ 'amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa'attanî 'alaihits tsawâba, fa'as'aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha' rajâ'î minka yâ karîm.
Artinya:
"Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang — sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu — sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat — sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah Kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."
(Sumber: NU Online, merujuk Maslakul Akhyar — Habib Utsman bin Yahya)
Doa Awal Tahun Hijriah
Doa awal tahun berisi permohonan perlindungan dari godaan setan, pertolongan mengatasi hawa nafsu, dan bimbingan agar segala aktivitas mendekatkan diri kepada Allah. Dibaca 3 kali setelah Maghrib pada malam 1 Muharram.
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Latin:
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal 'azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'i, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya:
"Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."
(Sumber: NU Online, merujuk Maslakul Akhyar — Habib Utsman bin Yahya)
Apakah Doa Awal Tahun Ada Dalilnya dari Hadis?
Ini pertanyaan yang sering muncul dan perlu dijawab dengan jujur.
Doa awal dan akhir tahun Hijriah tidak diriwayatkan secara langsung dari Rasulullah ﷺ dalam hadis shahih. Doa ini disusun oleh para ulama — dalam hal ini Habib Utsman bin Yahya — sebagai bentuk ijtihad dan panduan bagi umat Islam dalam menyambut pergantian tahun.
Apakah ini berarti tidak boleh diamalkan? Tidak juga. Para ulama Ahlussunnah wal Jamaah, termasuk di lingkungan Nahdlatul Ulama, memandang bahwa berdoa di waktu-waktu tertentu (seperti pergantian tahun) adalah perkara yang baik selama tidak diyakini sebagai kewajiban atau sunnah yang berasal langsung dari Nabi ﷺ.
Yang penting dipahami:
- Boleh diamalkan sebagai doa dan harapan di awal tahun.
- Tidak boleh diyakini sebagai sunnah Nabi yang spesifik.
- Inti amalan yang sesuai sunnah di bulan Muharram adalah puasa, shalat malam, dzikir, dan taubat (lihat bagian berikut).
Amalan Sunnah di Bulan Muharram yang Sesuai Hadis Shahih
Terlepas dari doa awal tahun, bulan Muharram sendiri memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah ﷺ menyebut Muharram sebagai Syahrullah (bulan Allah) — satu-satunya bulan yang mendapat kehormatan ini.
Berikut amalan-amalan sunnah yang memiliki dasar hadis shahih:
1. Puasa Sunnah di Bulan Muharram
"Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram."
(HR. Muslim no. 1163)
Tidak ada dalil khusus untuk puasa pada tanggal 1 Muharram, namun puasa di bulan Muharram secara umum sangat dianjurkan. Amalan puasa yang paling utama adalah:
| Puasa | Tanggal Hijriah | Tanggal Masehi 2026 |
|---|---|---|
| Puasa Tasu'a | 9 Muharram | 24 Juni 2026 |
| Puasa Asyura | 10 Muharram | 25 Juni 2026 |
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ sangat mengutamakan suatu hari untuk berpuasa melebihi hari ini, yaitu hari 'Asyura."
(HR. Bukhari no. 2006; Muslim no. 1132)
2. Shalat Malam (Qiyamul Lail)
"Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam."
(HR. Muslim no. 1163)
Memulai tahun baru dengan memperbanyak shalat malam adalah bentuk kesungguhan dalam memperbaiki diri.
3. Memperbanyak Dzikir
Bacaan dzikir yang ringan di lisan namun berat di timbangan:
"Subhanallâhi wa bihamdih, Subhanallâhil 'azhîm"
"Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat di timbangan, dan dicintai oleh Ar-Rahman."
(HR. Bukhari no. 6406; Muslim no. 2694)
4. Muhasabah dan Taubat
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri."
(QS. Al-Baqarah: 222)
"Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar orang yang berbuat dosa di siang hari bertaubat."
(HR. Muslim no. 2759)
5. Menyambung Silaturahmi
"Barangsiapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi."
(HR. Bukhari no. 5986; Muslim no. 2557)
Amalan yang Perlu Dipertanyakan Dalilnya
Di tengah semangat menyambut 1 Muharram, ada beberapa praktik yang beredar di masyarakat namun tidak memiliki dasar hadis shahih. Berikut beberapa di antaranya yang perlu kita sikapi dengan bijak:
- Minum susu putih khusus pada malam 1 Muharram — tidak ada dalil dari Nabi ﷺ.
- Menulis Bismillah 313 kali — tidak ada tuntunan dari sunnah.
- Membaca Yasin 3 kali dengan niat khusus di malam 1 Muharram — tidak ada dalil spesifik.
- Mandi khusus tahun baru — tidak ada hadis yang menganjurkan.
Ini bukan berarti amalan-amalan tersebut haram. Membaca Yasin, menulis Bismillah, dan minum susu adalah hal yang baik pada waktunya. Yang perlu diluruskan adalah keyakinan bahwa amalan ini memiliki keutamaan khusus di malam 1 Muharram berdasarkan sunnah Nabi — padahal tidak ada dalil shahih yang mendukungnya.
Sebaiknya, fokuslah pada amalan-amalan yang telah jelas keutamaannya dari hadis shahih sebagaimana disebutkan di atas.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Timeline Praktis: Sambut 1 Muharram 1448 H
Untuk memudahkan, berikut panduan timeline yang bisa kamu ikuti:
Sore hari, 15 Juni 2026 (29/30 Dzulhijjah):
- Perbanyak istighfar dan muhasabah
- Baca doa akhir tahun 3x sebelum Maghrib
- Siapkan hati untuk menyambut tahun baru
Malam hari, 16 Juni 2026 (1 Muharram 1448 H):
- Shalat Maghrib berjamaah
- Baca doa awal tahun 3x setelah Maghrib
- Shalat Isya berjamaah
- Perbanyak dzikir dan shalat malam
Sepanjang bulan Muharram:
- Perbanyak puasa sunnah (terutama 9 dan 10 Muharram)
- Tingkatkan shalat malam
- Perbanyak sedekah dan silaturahmi
- Jauhi maksiat — Muharram termasuk bulan haram
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah 1 Muharram libur nasional?
Tahun Baru Islam (1 Muharram) secara tradisional termasuk dalam daftar hari libur nasional Indonesia. Untuk 1448 H yang jatuh pada 16 Juni 2026, pastikan cek pengumuman resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Bolehkah membaca doa awal tahun berjamaah?
Boleh. Doa ini bisa dibaca sendiri maupun berjamaah bersama keluarga. Tidak ada ketentuan khusus mengenai tata caranya karena ini bukan ibadah yang diatur secara spesifik oleh syariat.
Apa bedanya puasa Muharram dengan puasa Asyura?
Puasa Muharram adalah puasa sunnah umum yang bisa dilakukan kapan saja selama bulan Muharram. Sedangkan puasa Asyura secara khusus dilakukan pada tanggal 10 Muharram dan memiliki keutamaan menghapus dosa setahun sebelumnya. Puasa Tasu'a (9 Muharram) dianjurkan sebagai pembeda dari praktik kaum Yahudi.
Referensi
- NU Online — "Ini Lafal Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah" (15 Juni 2026)
- Habib Utsman bin Yahya — Maslakul Akhyar (kitab kumpulan doa)
- MUI — "Doa Akhir dan Awal Tahun yang Dianjurkan Ulama" (mui.or.id)
- HR. Muslim no. 1163 — Keutamaan puasa Muharram
- HR. Bukhari no. 2006; Muslim no. 1132 — Keutamaan puasa Asyura
- Kalender Hijriah Indonesia 2026 — Kementerian Agama RI