Fiqih Praktis

Tata Cara Wudhu yang Benar Lengkap dengan Niat dan Doa Setelah Wudhu

Wudhu adalah cara bersuci dari hadats kecil sebelum sholat. Panduan ini membahas niat wudhu, urutan wudhu yang benar, rukun, doa setelah wudhu, dan kesalahan yang sering terjadi.

Redaksi Kuttab | | 5 menit baca
Tata Cara Wudhu yang Benar Lengkap dengan Niat dan Doa Setelah Wudhu

Wudhu adalah cara bersuci dari hadats kecil sebelum sholat. Dalam keadaan normal, sholat tidak sah tanpa wudhu atau pengganti yang dibenarkan seperti tayamum. Urutan pokok wudhu adalah niat, membasuh wajah, membasuh tangan sampai siku, mengusap kepala, membasuh kaki sampai mata kaki, lalu tertib.

Artikel ini membahas niat wudhu, urutan wudhu yang benar, sunnah-sunnah wudhu, doa setelah wudhu, dan kesalahan yang sering terjadi agar pembaca bisa mempraktikkannya dengan tenang.

Dalil Perintah Wudhu

Perintah wudhu disebutkan dalam Al-Qur'an, Surat Al-Maidah ayat 6:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai siku, usaplah kepalamu, dan basuhlah kakimu sampai kedua mata kaki.

NU Online juga mengutip hadits riwayat Muslim bahwa Allah tidak menerima sholat tanpa bersuci. Karena itu, wudhu bukan sekadar kebiasaan sebelum sholat, tetapi bagian penting dari sahnya ibadah.

Niat Wudhu: Arab, Latin, dan Artinya

Niat wudhu tempatnya di dalam hati. Lafaz niat boleh dibaca untuk membantu menghadirkan maksud bersuci.

نَوَيْتُ فَرْضَ الوُضُوْءِ لِلهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu fardhal wudhu'i lillahi ta'ala.

Artinya:
Aku berniat melakukan fardhu wudhu karena Allah Ta'ala.

Dalam penjelasan NU Online, ada beberapa redaksi niat yang bisa dipakai. Yang terpenting adalah hati menyengaja bersuci dari hadats kecil karena Allah.

Rukun Wudhu yang Wajib Dilakukan

Dalam mazhab Syafi'i yang banyak diamalkan di Indonesia, rukun wudhu ada enam:

  1. Niat.
  2. Membasuh wajah.
  3. Membasuh kedua tangan sampai siku.
  4. Mengusap sebagian kepala.
  5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
  6. Tertib, yaitu melakukan urutan tersebut secara berurutan.

Jika salah satu rukun ini tertinggal, wudhu perlu diulang. Karena itu, memahami rukun lebih penting daripada menghafal banyak bacaan tambahan.

Tata Cara Wudhu yang Benar Step-by-Step

Berikut urutan wudhu yang mudah dipraktikkan:

  1. Membaca basmalah.
  2. Membasuh kedua telapak tangan.
  3. Berkumur.
  4. Menghirup air ke hidung lalu mengeluarkannya dengan lembut.
  5. Niat di dalam hati saat mulai membasuh wajah.
  6. Membasuh wajah secara merata.
  7. Membasuh tangan kanan sampai siku, lalu tangan kiri sampai siku.
  8. Mengusap sebagian kepala.
  9. Mengusap kedua telinga.
  10. Membasuh kaki kanan sampai mata kaki, lalu kaki kiri sampai mata kaki.
  11. Membaca doa setelah wudhu.

Bagian yang wajib adalah rukun wudhu. Adapun basmalah, berkumur, membersihkan hidung, mengusap telinga, dan mengulang basuhan sampai tiga kali termasuk amalan yang dianjurkan dalam banyak penjelasan fiqih. Jika ingin melanjutkan ke sholat, pembaca bisa melihat panduan bacaan sholat lengkap dari takbir sampai salam.

Bagian yang Sering Terlewat Saat Wudhu

Beberapa bagian tubuh sering kurang terkena air, terutama ketika terburu-buru. Perhatikan area berikut:

  • Batas wajah bagian samping dekat telinga.
  • Siku ketika membasuh tangan.
  • Tumit dan mata kaki.
  • Sela-sela jari kaki.
  • Bagian bawah kaki jika air tidak merata.

Wudhu tidak harus lama, tetapi harus merata pada bagian yang wajib dibasuh.

Doa Setelah Wudhu

Setelah selesai wudhu, dianjurkan membaca doa. Berikut bacaan yang banyak diajarkan, sebagaimana juga dicantumkan NU Online:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Latin:
Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahummaj'alni minat tawwabin, waj'alni minal mutathahhirin.

Artinya:
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci.

Bacaan doa ini juga dikenal dalam riwayat tentang doa setelah wudhu. Dalam Jami' at-Tirmidzi 55, terdapat redaksi yang serupa, disertai keterangan tentang keutamaannya.

Apakah Wudhu Harus Membaca Doa di Setiap Gerakan?

Sebagian masyarakat mengenal doa-doa khusus pada setiap gerakan wudhu. Namun, untuk praktik dasar, yang paling penting adalah melakukan rukun wudhu dengan benar dan membaca doa setelah wudhu jika mampu.

Jika belum hafal doa tertentu, jangan sampai itu membuat seseorang ragu untuk berwudhu. Wudhu tetap sah selama rukun dan syaratnya terpenuhi.

Hal yang Membatalkan Wudhu

Wudhu bisa batal karena beberapa hal, di antaranya:

  • Keluar sesuatu dari qubul atau dubur, seperti buang air kecil, buang air besar, atau kentut.
  • Tidur yang tidak tetap posisi duduknya.
  • Hilang akal karena pingsan, mabuk, atau sebab lain.
  • Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan tanpa penghalang menurut mazhab Syafi'i.
  • Bersentuhan kulit laki-laki dan perempuan non-mahram menurut mazhab Syafi'i.

Dalam beberapa masalah, ada perbedaan pendapat antar mazhab. Artikel ini memakai pendekatan mazhab Syafi'i karena paling umum diamalkan di Indonesia.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Wudhu

  • Terlalu cepat sehingga air tidak merata.
  • Tidak membasuh siku dengan sempurna.
  • Tumit tidak terkena air.
  • Menganggap wudhu tidak sah hanya karena lupa membaca lafaz niat.
  • Berlebihan memakai air.

Gunakan air secukupnya. Wudhu yang baik bukan yang paling banyak airnya, tetapi yang dilakukan dengan tenang, merata, dan sesuai tuntunan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah niat wudhu harus dilafalkan?

Tidak harus. Niat tempatnya di dalam hati. Melafalkan niat boleh dilakukan sebagai bantuan, terutama bagi yang sedang belajar.

Apakah wudhu sah kalau tidak membaca doa setelah wudhu?

Sah, selama rukun wudhu terpenuhi. Doa setelah wudhu adalah amalan yang dianjurkan, bukan bagian dari rukun wudhu.

Berapa kali membasuh anggota wudhu?

Basuhan wajib cukup sekali sampai merata. Mengulang sampai tiga kali termasuk amalan yang dianjurkan dalam banyak penjelasan fiqih.

Apakah harus wudhu setiap kali sholat?

Jika wudhu belum batal, seseorang boleh memakai wudhu yang sama untuk sholat berikutnya. Namun memperbarui wudhu tetap baik jika mudah dilakukan.

Apakah boleh wudhu dengan air sedikit?

Boleh, selama airnya suci dan cukup untuk membasuh anggota wudhu yang wajib secara merata.

Sumber Rujukan

  • Al-Qur'an, Surat Al-Maidah ayat 6.
  • NU Online, Tata Cara Wudhu Lengkap: Niat, Teknis dan Doanya.
  • Majelis Tarjih Muhammadiyah, Tuntunan Thaharah.
  • Sunnah.com, Jami' at-Tirmidzi 55.

Penulis

Redaksi Kuttab

Tim redaksi Kuttab Digital menyajikan panduan islami berbasis sumber otoritatif: NU, Muhammadiyah, MUI, dan kitab-kitab mu'tabar. Setiap artikel melewati proses verifikasi sebelum dipublikasikan.

Ukuran Teks Arab 100%
Iklan