Panduan Shalat

Niat Sholat Qobliyah Subuh: Arab, Latin, Tata Cara, dan Keutamaannya

Sholat qobliyah Subuh adalah sholat sunnah dua rakaat sebelum Subuh yang sangat dianjurkan. Panduan ini membahas niat qobliyah Subuh, waktu pelaksanaan, tata cara, surat yang dibaca, keutamaan, dan kesalahan yang sering terjadi.

Redaksi Kuttab | | 4 menit baca
Niat Sholat Qobliyah Subuh: Arab, Latin, Tata Cara, dan Keutamaannya

Sholat qobliyah Subuh adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan sebelum sholat fardhu Subuh. Amalan ini juga dikenal sebagai sholat sunnah fajar atau sunnah Subuh. Niatnya cukup di dalam hati, dan bagi yang sedang belajar bisa membaca lafal: Ushalli sunnatash shubhi rak'ataini qabliyyatan lillahi ta'ala.

Sholat qobliyah Subuh termasuk sholat sunnah rawatib yang sangat dianjurkan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjaganya dengan sangat kuat, bahkan dalam hadits disebutkan bahwa dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.

Artikel ini membahas niat qobliyah Subuh, waktu pelaksanaan, tata cara 2 rakaat, surat yang dianjurkan, keutamaan, dan beberapa pertanyaan yang sering muncul di masyarakat Indonesia.

Niat Sholat Qobliyah Subuh

Bacaan niat sholat qobliyah Subuh yang umum diajarkan adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatash shubhi rak'ataini qabliyyatan lillahi ta'ala.

Artinya: Aku niat sholat sunnah Subuh dua rakaat sebelum Subuh karena Allah Ta'ala.

Niat sebenarnya berada di dalam hati. Melafalkan niat boleh dilakukan sebagai bantuan bagi yang sedang belajar, tetapi inti niat adalah kesadaran hati untuk mengerjakan sholat sunnah qobliyah Subuh karena Allah.

Kapan Sholat Qobliyah Subuh Dikerjakan?

Sholat qobliyah Subuh dikerjakan setelah masuk waktu Subuh dan sebelum sholat fardhu Subuh. Karena itu, amalan ini biasa dilakukan setelah adzan Subuh, sebelum iqamah atau sebelum sholat berjamaah dimulai.

Jika ingin memastikan waktu Subuh di kota masing-masing, pembaca bisa melihat jadwal sholat harian. Jangan mengerjakan qobliyah Subuh sebelum waktu Subuh masuk, karena saat itu belum masuk waktunya.

Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat

Tata cara sholat qobliyah Subuh sama seperti sholat sunnah dua rakaat pada umumnya:

  1. Berwudhu dengan baik.
  2. Berdiri menghadap kiblat.
  3. Niat di dalam hati untuk mengerjakan sholat sunnah qobliyah Subuh dua rakaat.
  4. Takbiratul ihram.
  5. Membaca doa iftitah jika biasa membacanya.
  6. Membaca Al-Fatihah.
  7. Membaca surat pendek atau ayat Al-Qur'an yang mudah.
  8. Rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
  9. Bangun ke rakaat kedua dan mengulangi bacaan serta gerakan sholat.
  10. Tasyahud akhir.
  11. Salam.

Untuk panduan bacaan sholat dari takbir sampai salam, pembaca bisa merujuk ke artikel bacaan sholat lengkap dari awal sampai akhir.

Surat Apa yang Dibaca saat Qobliyah Subuh?

Dalam praktik yang banyak diajarkan, sholat qobliyah Subuh dianjurkan dikerjakan secara ringan dan tidak terlalu panjang. Jika belum hafal banyak surat, cukup membaca surat pendek yang sudah dikuasai dengan benar.

Sebagian riwayat menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam dua rakaat sunnah fajar. Namun bila belum hafal, jangan menjadikan hal itu sebagai penghalang untuk mulai menjaga amalan ini.

Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh

Keutamaan qobliyah Subuh sangat besar. Dalam Shahih Muslim, Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Dua rakaat fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya." HR. Muslim no. 725a.

Maksudnya, nilai ibadah dua rakaat sebelum Subuh sangat besar di sisi Allah. Karena itu, amalan ini layak dijaga meskipun waktunya singkat dan jumlah rakaatnya sedikit.

Qobliyah Subuh juga menjadi latihan disiplin pagi. Seseorang yang berusaha bangun lebih awal untuk sholat sunnah sebelum Subuh biasanya lebih mudah menjaga sholat Subuh tepat waktu.

Qobliyah Subuh, Sunnah Fajar, dan Sunnah Subuh: Apakah Sama?

Di masyarakat, amalan ini sering disebut dengan beberapa nama: qobliyah Subuh, sunnah fajar, sunnah Subuh, atau sholat dua rakaat sebelum Subuh. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah-istilah itu biasanya menunjuk pada amalan yang sama, yaitu sholat sunnah dua rakaat sebelum sholat fardhu Subuh.

Istilah qobliyah berarti sebelum. Jadi qobliyah Subuh berarti sholat sunnah yang dikerjakan sebelum sholat Subuh.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Mengerjakan sebelum waktu Subuh masuk. Qobliyah Subuh dikerjakan setelah masuk waktu Subuh, bukan sebelum adzan.
  • Terlalu memanjangkan bacaan. Sholat ini dianjurkan ringan, terutama jika sholat berjamaah akan segera dimulai.
  • Mengira tidak sah tanpa melafalkan niat. Niat cukup di dalam hati.
  • Menunda sholat fardhu Subuh. Jangan sampai sholat sunnah membuat tertinggal berjamaah atau keluar dari waktu utama.

FAQ Sholat Qobliyah Subuh

Apakah qobliyah Subuh dilakukan sebelum atau sesudah adzan?

Qobliyah Subuh dilakukan setelah masuk waktu Subuh, biasanya setelah adzan Subuh dan sebelum sholat fardhu Subuh.

Berapa rakaat sholat qobliyah Subuh?

Sholat qobliyah Subuh dikerjakan dua rakaat.

Apakah qobliyah Subuh boleh dikerjakan di rumah?

Boleh. Bahkan sebagian ulama menganjurkan sholat sunnah rawatib dikerjakan di rumah jika memungkinkan. Jika khawatir tertinggal jamaah, boleh dikerjakan di masjid.

Apakah wajib membaca Al-Kafirun dan Al-Ikhlas?

Tidak wajib. Jika hafal, boleh membacanya. Jika belum hafal, bacalah surat pendek lain yang sudah dikuasai dengan baik.

Ringkasan

Sholat qobliyah Subuh adalah sholat sunnah dua rakaat sebelum sholat fardhu Subuh. Niatnya cukup di dalam hati, waktunya setelah masuk Subuh, dan tata caranya sama seperti sholat sunnah dua rakaat biasa. Amalan ini ringan, tetapi memiliki keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam HR. Muslim no. 725a.

Sumber Rujukan

  • NU Online — Dua Rakaat sebelum Subuh Mengalahkan Dunia Seisinya.
  • NU Online — Tata Cara Shalat Qabliyah Subuh.
  • Muhammadiyah.or.id — Shalat Sunnah yang Utama.
  • Sunnah.com — Sahih Muslim no. 725a.

Penulis

Redaksi Kuttab

Tim redaksi Kuttab Digital menyajikan panduan islami berbasis sumber otoritatif: NU, Muhammadiyah, MUI, dan kitab-kitab mu'tabar. Setiap artikel melewati proses verifikasi sebelum dipublikasikan.

Ukuran Teks Arab 100%
Iklan