Niat sholat Subuh dihadirkan di hati sebelum takbiratul ihram. Melafalkan niat membantu konsentrasi, terutama bagi yang masih belajar, tetapi inti niat adalah kesadaran mengerjakan sholat fardhu Subuh dua rakaat karena Allah.
Artikel ini memuat bacaan niat Subuh untuk sholat sendiri, sebagai imam, dan sebagai makmum, plus waktu Subuh dan tautan ke bacaan sholat lengkap. Untuk memastikan masuk waktu Subuh di kota Anda, cek jadwal sholat harian.
Niat Sholat Subuh Sendiri
Baca Juga
- Sholat Ghaib: Niat, Syarat, Rukun, dan Tata Caranya Panduan Shalat
- Sholat Awwabin: Arti, Waktu Maghrib-Isya, Niat, dan Tata Cara Panduan Shalat
- Sholat Rawatib: Niat, Jumlah Rakaat, Waktu, dan Keutamaannya Panduan Shalat
Bacaan yang umum diajarkan di Indonesia (Mazhab Syafi'i):
أُصَلِّيْ فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî fardhash shubhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat, pada waktunya, karena Allah Ta’ala.
Niat tempatnya di hati. Jika tidak dilafalkan, sholat tetap sah selama saat takbir ada kesengajaan mengerjakan fardhu Subuh.
Niat Sholat Subuh sebagai Makmum
أُصَلِّيْ فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî fardhash shubhi rak‘ataini ma’mûman mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat sebagai makmum, menghadap kiblat, pada waktunya, karena Allah Ta’ala.
Niat Sholat Subuh sebagai Imam
أُصَلِّيْ فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî fardhash shubhi rak‘ataini imâman mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat sebagai imam, menghadap kiblat, pada waktunya, karena Allah Ta’ala.
Ringkasan Cepat
| Posisi | Kata kunci niat | Rakaat |
|---|---|---|
| Sendiri | fardhu Subuh, adâ’an | 2 |
| Makmum | tambah ma’mûman | 2 |
| Imam | tambah imâman | 2 |
Waktu Sholat Subuh
Subuh masuk sejak terbit fajar shadiq (fajar yang melintang di ufuk) hingga terbit matahari. Ikuti jadwal setempat; jangan menunda sampai mendekati syuruq tanpa uzur.
Banyak yang mengerjakan sunnah rawatib qabliyah Subuh dua rakaat sebelum fardhu. Untuk urutan lengkap bacaan dari takbir sampai salam — termasuk qunut Subuh yang diamalkan sebagian jamaah — lihat bacaan sholat lengkap.
Jika bepergian jauh, ada keringanan jamak/qashar pada sholat lain (Subuh tidak dijamak dengan sholat fardhu lain) — lihat panduan shalat jamak taqdim, takhir, dan qashar.
Tata Cara Singkat 2 Rakaat
- Wudhu, menghadap kiblat, niat Subuh.
- Takbiratul ihram.
- Rakaat 1: Al-Fatihah + surat, ruku, sujud.
- Rakaat 2: Al-Fatihah + surat, ruku, i‘tidal (sebagian jamaah Syafi'i membaca qunut di sini), sujud, tasyahud akhir, salam.
Detail bacaan ada di bacaan sholat lengkap. Pola niat fardhu yang sama dipakai pada niat sholat Ashar dan sholat fardhu lain.
FAQ
Apakah niat harus dilafalkan?
Tidak wajib dilafalkan. Yang sahih adalah niat di hati berbarengan takbiratul ihram. Lafal membantu menghadirkan niat.
Berapa rakaat Subuh?
Dua rakaat. Tidak diqashar.
Apa beda niat sendiri dan berjamaah?
Berjamaah menambah status imam atau makmum dalam niat.
Bagaimana jika lupa melafalkan niat?
Asal di hati sudah berniat Subuh saat takbir, sholat tetap sah.
Apakah qunut wajib?
Menurut Syafi'i yang banyak diamalkan di Indonesia, qunut Subuh sunnah ab'ad; madzhab lain berbeda. Hormati praktik jamaah setempat. Penjelasan qunut ada di artikel bacaan sholat lengkap.
Sumber Rujukan
- Pola niat fardhu sebagaimana umum diajarkan dalam fiqih Syafi'i di Indonesia; prinsip niat di hati merujuk pembahasan niat shalat di NU Online.
- Artikel internal kuttabdigital: bacaan sholat lengkap, shalat jamak, niat sholat Ashar/Dhuha (pola editorial serupa).
- Jadwal waktu: ikuti penanggalan sholat setempat / halaman jadwal sholat kuttabdigital.