Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada pagi hari, setelah matahari terbit cukup tinggi hingga menjelang waktu Dzuhur. Secara praktis, waktunya bisa diperkirakan mulai sekitar 15 menit setelah matahari terbit sampai sekitar 15 menit sebelum masuk Dzuhur. Sholat ini dapat dikerjakan 2 sampai 12 rakaat, dengan salam setiap 2 rakaat.
Bacaan niat sholat Dhuha yang umum diajarkan adalah:
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatad duha rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: Aku berniat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala.
Niat sebenarnya tempatnya di dalam hati. Lafal niat di atas boleh dibaca untuk membantu menghadirkan kesadaran sebelum sholat, terutama bagi yang masih belajar. Yang paling penting adalah seseorang sadar bahwa ia akan melaksanakan sholat sunnah Dhuha karena Allah, bukan sekadar rutinitas pagi.
Artikel ini membahas niat sholat Dhuha, jumlah rakaat, waktu terbaik dalam konteks Indonesia, tata cara step-by-step, bacaan yang dianjurkan, doa setelah Dhuha, keutamaan, dan tips praktis agar pekerja maupun pelajar tetap bisa mengamalkannya tanpa merasa berat.
Niat Sholat Dhuha 2 Rakaat
Baca Juga
Untuk sholat Dhuha 2 rakaat, niat yang umum dibaca adalah:
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatad duha rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: Aku berniat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala.
Jika tidak melafalkannya, sholat tetap sah selama di dalam hati sudah ada niat untuk mengerjakan sholat sunnah Dhuha. Dalam praktik ibadah, niat bukan sekadar kalimat, tetapi arah hati. Karena itu, sebelum takbiratul ihram, tenangkan diri sejenak dan hadirkan maksud ibadah: melaksanakan sholat Dhuha sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.
Prinsip yang sama berlaku untuk sholat sunnah lainnya. Misalnya, niat sholat tahajud juga cukup dihadirkan di dalam hati sebelum takbiratul ihram, meskipun lafal niat boleh diucapkan sebagai bantuan.
Bagi anak-anak, pelajar, atau orang yang baru belajar, membaca lafal niat bisa membantu. Namun, jangan sampai seseorang mengira bahwa sholatnya tidak sah hanya karena tidak hafal lafal niat. Fokus utamanya adalah kesengajaan hati untuk sholat Dhuha.
Niat Sholat Dhuha 4 Rakaat
Sholat Dhuha 4 rakaat umumnya dikerjakan dengan format 2 rakaat salam, lalu 2 rakaat salam lagi. Karena itu, niatnya tetap dapat menggunakan lafal niat 2 rakaat pada setiap set sholat:
Ushalli sunnatad duha rak'ataini lillahi ta'ala.
Jika ingin melaksanakan 4 rakaat, Anda bisa berniat di dalam hati: "Saya akan melaksanakan sholat sunnah Dhuha 4 rakaat karena Allah," lalu mengerjakannya dua rakaat-dua rakaat. Setelah salam pertama, berdiri kembali untuk dua rakaat berikutnya.
Format ini lebih mudah dan aman untuk dipraktikkan oleh kebanyakan orang, terutama yang mengerjakan Dhuha di sela aktivitas pagi. Misalnya, sebelum berangkat kerja, setelah mengantar anak sekolah, atau ketika ada jeda singkat di kantor.
Berapa Rakaat Sholat Dhuha?
Sholat Dhuha dapat dikerjakan mulai dari 2 rakaat. Dalam praktik yang umum diajarkan, jumlah rakaatnya bisa ditambah menjadi 4, 6, 8, hingga 12 rakaat sesuai kemampuan. Bagi pemula, 2 rakaat secara konsisten sudah sangat baik.
Agar tidak terasa berat, gunakan prinsip bertahap:
- Minggu pertama: biasakan 2 rakaat, 2-3 kali dalam sepekan.
- Minggu kedua: tambah frekuensi, misalnya 4-5 kali dalam sepekan.
- Jika sudah ringan: sesekali kerjakan 4 rakaat ketika waktu lebih lapang.
Amalan sunnah yang ringan tetapi konsisten sering lebih mudah dijaga daripada target besar yang hanya bertahan beberapa hari. Jadi, jangan merasa harus langsung 8 atau 12 rakaat. Mulailah dari yang realistis.
Waktu Sholat Dhuha di Indonesia
Waktu sholat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan naik cukup tinggi. Untuk memudahkan pembaca Indonesia, patokan praktisnya adalah:
- Mulai: sekitar 15 menit setelah matahari terbit.
- Berakhir: sekitar 15 menit sebelum waktu Dzuhur.
- Waktu yang nyaman: antara pukul 07.00-10.30, tergantung daerah dan jadwal matahari setempat.
Karena Indonesia memiliki banyak zona waktu dan perbedaan jadwal matahari, sebaiknya cek jadwal sholat sesuai kota masing-masing. Pembaca bisa memakai jadwal sholat harian sebagai patokan Subuh, terbit matahari, dan Dzuhur. Waktu Dhuha di Jakarta tentu tidak selalu sama persis dengan Medan, Makassar, Denpasar, atau Jayapura.
Contoh Praktis untuk Pekerja
Jika jam masuk kerja pukul 08.00, Anda bisa memilih salah satu pola berikut:
- Sebelum berangkat: sholat Dhuha 2 rakaat di rumah sekitar pukul 06.30-07.00 jika matahari sudah terbit cukup tinggi.
- Sesampainya di kantor: gunakan 5-7 menit sebelum mulai kerja, jika kantor menyediakan mushala.
- Saat jeda pagi: kerjakan sekitar pukul 09.00-10.00 ketika pekerjaan belum terlalu padat.
Contoh Praktis untuk Pelajar dan Mahasiswa
Untuk pelajar, waktu Dhuha sering berbenturan dengan jam sekolah. Jika sekolah memiliki program sholat Dhuha berjamaah, ikuti dengan tertib. Jika tidak, bisa dikerjakan saat hari libur, sebelum berangkat jika memungkinkan, atau ketika ada jadwal masuk siang.
Untuk mahasiswa, sholat Dhuha bisa menjadi jeda yang menenangkan sebelum kelas pagi, setelah kelas pertama, atau sebelum mulai aktivitas organisasi.
Tata Cara Sholat Dhuha Step-by-Step
Berikut tata cara sholat Dhuha 2 rakaat yang sederhana dan mudah diikuti:
- Berwudhu dengan baik. Pastikan badan, pakaian, dan tempat sholat bersih.
- Menghadap kiblat. Pilih tempat yang tenang jika memungkinkan.
- Niat dalam hati. Boleh dibantu dengan lafal: Ushalli sunnatad duha rak'ataini lillahi ta'ala.
- Takbiratul ihram. Mengangkat tangan dan membaca takbir.
- Membaca doa iftitah. Jika sudah hafal. Jika belum, lanjut membaca Al-Fatihah.
- Membaca Al-Fatihah. Ini bagian penting dalam sholat.
- Membaca surat pendek atau ayat Al-Qur'an. Surat yang sering dianjurkan untuk Dhuha antara lain Ad-Duha dan Asy-Syams, tetapi boleh membaca surat lain yang dihafal.
- Rukuk. Membaca tasbih rukuk sesuai tuntunan yang biasa diamalkan.
- I'tidal. Bangkit dari rukuk.
- Sujud pertama. Lalu duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua. Setelah itu berdiri untuk rakaat kedua.
- Rakaat kedua. Ulangi bacaan dan gerakan seperti rakaat pertama.
- Tasyahud akhir. Duduk dan membaca tasyahud.
- Salam. Menoleh ke kanan dan kiri.
Jika mengerjakan 4 rakaat, ulangi langkah di atas setelah salam pertama.
Untuk panduan lengkap bacaan sholat dari takbiratul ihram sampai salam — termasuk doa iftitah, bacaan rukuk, sujud, dan tasyahud — silakan merujuk ke artikel bacaan sholat lengkap dari awal sampai akhir sesuai panduan NU dan Muhammadiyah.
Bacaan yang Dianjurkan: Surat Ad-Duha dan Asy-Syams
Sebagian masyarakat Indonesia mengenal anjuran membaca Surat Asy-Syams pada rakaat pertama dan Surat Ad-Duha pada rakaat kedua, atau membaca Surat Ad-Duha dalam sholat Dhuha. Namun, bagi yang belum hafal, boleh membaca surat lain yang sudah dikuasai.
Berikut bacaan Surat Ad-Duha lengkap (QS. Ad-Duha: 1-11). Sumber: quran.com.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَٱلضُّحَىٰ ١ وَٱلَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ ٢ مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ ٣ وَلَلْـَٔاخِرَةُ خَيْرٌۭ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰ ٤ وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰٓ ٥ أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًۭا فَـَٔاوَىٰ ٦ وَوَجَدَكَ ضَآلّٗا فَهَدَىٰ ٧ وَوَجَدَكَ عَآئِلًۭا فَأَغْنَىٰ ٨ فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ ٩ وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ ١٠ وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ١١
Artinya: Demi waktu dhuha. Dan malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tidak meninggalkanmu (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu. Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu)? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan? Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya). Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).
Yang perlu diingat: jangan sampai seseorang menunda sholat Dhuha hanya karena belum hafal Surat Ad-Duha. Jika baru hafal Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, atau surat pendek lain, gunakan bacaan yang sudah benar-benar dikuasai. Sambil berjalan, hafalan bisa ditambah pelan-pelan.
Doa Setelah Sholat Dhuha
Setelah sholat Dhuha, dianjurkan memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa sesuai kebutuhan. Di masyarakat Indonesia, ada doa setelah Dhuha yang sangat populer yang bersumber dari kitab-kitab fiqih Mazhab Syafi'i (I'anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj, Hasyiyatul Jamal). Sumber: NU Online.
اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Latin:
Allahumma innad dhuhā'a dhuhā'uka, wal bahā'a bahā'uka, wal jamāla jamāluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal 'ishmata 'ishmatuka.
Allahumma in kāna rizqī fis samā'i fa anzilhu, wa in kāna fil ardhi fa akhrijhu, wa in kāna mu'siran fa yassirhu, wa in kāna harāman fa thahhirhu, wa in kāna ba'īdan fa qarribhu, bi haqqi duhā'ika wa bahā'ika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika, ātinī mā atayta 'ibādakas shālihīn.
Artinya:
Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah. Jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sukar, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah dengan hak dhuha-Mu, keelokan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu. Datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.
Anda juga bisa berdoa dengan bahasa Indonesia, misalnya:
Ya Allah, berkahilah pagi ini, lapangkan rezeki yang halal, mudahkan urusan, jaga hati dari lalai, dan jadikan pekerjaan serta belajar hari ini sebagai jalan kebaikan.
Doa dengan bahasa sendiri tidak mengurangi kekhusyukan. Justru bagi sebagian orang, berdoa dengan kalimat yang dipahami bisa membantu hati lebih hadir.
Keutamaan Sholat Dhuha
Sholat Dhuha memiliki banyak keutamaan. Salah satu hadis yang sering dikutip menyebutkan bahwa setiap ruas tulang manusia memiliki kewajiban sedekah, dan sholat Dhuha dapat mencukupinya. HR. Muslim no. 720.
Dari makna umum tersebut, sholat Dhuha mengajarkan bahwa pagi hari bukan hanya waktu mengejar pekerjaan, tetapi juga waktu menyambungkan hati kepada Allah. Sebelum sibuk dengan target, rapat, kelas, orderan, atau perjalanan, seorang muslim diingatkan untuk memulai hari dengan ibadah.
Selain sholat Dhuha, amalan pagi lain yang membantu menjaga kedekatan hati dengan Allah adalah dzikir pagi petang — dibaca setelah Subuh hingga terbit matahari sebagai pembuka hari yang penuh berkah.
Beberapa hikmah praktis sholat Dhuha:
- Melatih disiplin pagi. Orang yang menjaga Dhuha biasanya lebih sadar mengatur waktu.
- Menjadi jeda spiritual sebelum sibuk. Beberapa menit sholat bisa membuat hati lebih tenang.
- Menguatkan rasa syukur. Pagi hari adalah tanda hidup masih diberi kesempatan.
- Mengingatkan rezeki yang halal. Dhuha sering dikaitkan dengan doa kelapangan rezeki, sehingga cocok menjadi momen memperbaiki niat bekerja.
Namun, penting untuk tidak memahami sholat Dhuha secara transaksional semata, seolah-olah sholat ini hanya "cara cepat menarik rezeki". Rezeki tetap berada dalam kehendak Allah. Sholat Dhuha adalah ibadah, bentuk syukur, dan cara mendekatkan diri kepada-Nya.
Tips Sholat Dhuha untuk Pekerja dan Pelajar Indonesia
Inilah bagian yang sering tidak dibahas secara praktis: bagaimana menjaga Dhuha ketika hidup kita padat?
1. Pilih Slot Waktu yang Sama Setiap Hari
Jika Anda pekerja kantoran, pilih satu slot tetap, misalnya pukul 09.30. Jika Anda freelancer atau pedagang, pilih waktu setelah pekerjaan pembuka selesai. Jika Anda ibu rumah tangga, pilih waktu setelah anak berangkat sekolah atau setelah urusan dapur pagi lebih tenang.
Konsistensi lebih mudah dijaga ketika waktunya jelas.
2. Siapkan "Mode 7 Menit"
Sholat Dhuha 2 rakaat tidak harus lama. Jika sedang sempit, cukup lakukan dengan tenang, bacaan yang benar, dan tidak tergesa-gesa. Banyak orang gagal konsisten karena membayangkan Dhuha harus selalu panjang. Padahal, 2 rakaat yang dijaga lebih baik daripada rencana besar yang tidak pernah dimulai.
3. Manfaatkan Mushala Kantor atau Kampus
Jika kantor atau kampus memiliki mushala, gunakan dengan bijak. Jangan menunggu waktu kosong sempurna. Ambil jeda singkat, berwudhu, sholat 2 rakaat, lalu kembali bekerja atau belajar.
4. Jangan Ganggu Kewajiban Utama
Untuk pekerja, tetap jaga amanah kerja. Jangan menjadikan ibadah sunnah sebagai alasan mengabaikan tugas yang sudah menjadi tanggung jawab. Atur waktu agar sholat Dhuha tidak menimbulkan masalah dengan pekerjaan.
Untuk pelajar, ikuti aturan sekolah. Jika tidak ada kesempatan di jam sekolah, kerjakan pada hari libur atau saat masuk siang.
5. Pasang Pengingat yang Lembut
Gunakan alarm singkat bertuliskan "Dhuha 2 rakaat?" atau letakkan catatan kecil di meja kerja. Pengingat semacam ini membantu tanpa membuat ibadah terasa seperti beban.
FAQ Seputar Niat dan Sholat Dhuha
Apakah sholat Dhuha harus membaca Surat Ad-Duha?
Tidak harus. Surat Ad-Duha dan Asy-Syams sering dianjurkan dalam tradisi pengajaran, tetapi jika belum hafal, boleh membaca surat lain yang sudah dikuasai. Yang penting bacaan benar dan sholat dilakukan dengan khusyuk.
Apakah niat sholat Dhuha wajib dilafalkan?
Niat tempatnya di hati. Melafalkan niat boleh dilakukan sebagai bantuan, terutama bagi yang sedang belajar, tetapi inti niat adalah kesadaran hati untuk melaksanakan sholat sunnah Dhuha karena Allah.
Lebih baik sholat Dhuha 2 rakaat setiap hari atau 8 rakaat sesekali?
Bagi kebanyakan orang, 2 rakaat yang konsisten lebih realistis. Jika sudah terbiasa dan ada waktu lapang, silakan menambah menjadi 4, 6, 8, atau lebih sesuai kemampuan.