Panduan Shalat

Doa Qunut Subuh: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya

Doa qunut subuh dibaca setelah i'tidal pada rakaat kedua shalat Subuh. Artikel ini memuat bacaan Arab, latin, arti, tata cara, perbedaan madzhab secara ringkas, dan tips untuk imam-makmum menurut rujukan NU Online.

Redaksi Kuttab | | Diperbarui | 4 menit baca
Doa Qunut Subuh: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya

Doa qunut subuh dibaca setelah i'tidal pada rakaat kedua shalat Subuh. Dalam Madzhab Syafi'i yang banyak diamalkan di Indonesia, qunut Subuh disunahkan; jika terlupa, dianjurkan sujud sahwi.

Artikel ini merangkum bacaan doa qunut (Arab, latin, arti), tata cara, tiga macam qunut, dan adab imam-makmum, dengan rujukan NU Online (Imam An-Nawawi, Al-Adzkar; Fathul Mu'in). Untuk memastikan waktu Subuh di kota Anda, cek jadwal sholat harian.

Apa Itu Qunut?

Qunut secara istilah adalah doa khusus yang dibaca dalam shalat pada posisi berdiri setelah i'tidal (bangkit dari ruku) pada rakaat tertentu. NU Online menjelaskan qunut yang disunahkan ada tiga macam: qunut Subuh, qunut witir (separuh akhir Ramadhan menurut Syafi'iyyah), dan qunut nazilah saat musibah.

Hukum Qunut Subuh (Ringkas, tanpa memvonis)

Menurut Madzhab Syafi'i, qunut pada rakaat kedua Subuh disunahkan (sunnah ab'ad). Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar, sebagaimana dikutip NU Online, menyebut qunut Subuh sunnah berdasarkan riwayat bahwa Rasulullah terus berqunut hingga wafat.

Ulama madzhab lain ada yang tidak mensunahkan qunut Subuh rutin, dengan dalil riwayat bahwa Nabi berqunut sebulan lalu meninggalkannya. NU Online menampilkan perbedaan ini agar pembaca memahami bahwa ini wilayah khilafiyah. Yang penting: saling menghormati praktik jamaah setempat.

Jika qunut Subuh terlupa menurut yang mengamalkannya sebagai sunnah ab'ad, dianjurkan sujud sahwi sebelum salam.

Doa Qunut Subuh: Arab, Latin, Arti

Bacaan yang dinukil NU Online dari Al-Adzkar (untuk shalat sendiri — bentuk ihdinî):

اَللّٰهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَأَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Latin:
Allâhummahdinî fî man hadait, wa ‘âfinî fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bârik lî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu ‘alâ mâ qadhait, wa astaghfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya (ringkas, mengikuti terjemah NU Online):
Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang yang Engkau beri petunjuk. Sehatkan aku bersama orang yang Engkau sehatkan. Pimpinlah aku bersama orang yang Engkau pimpin. Berkahilah apa yang Engkau berikan kepadaku. Lindungi aku dari keburukan yang Engkau tetapkan. Sungguh Engkau yang memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu. Tidak hina orang yang Engkau pimpin, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau, Tuhan kami, dan Maha Tinggi. Segala puji bagi-Mu atas apa yang Engkau tetapkan. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad, nabi yang ummi, beserta keluarga dan sahabatnya.

Versi tanpa penutup shalawat juga dinukil di artikel doa qunut NU Online lain; keduanya dipakai di masyarakat.

Imam: Ubah “Ihdinî” menjadi “Ihdinâ”

Saat berjamaah, NU Online mengutip Fathul Mu'in: imam dimakruhkan mendoakan diri sendiri saja. Karena itu imam dianjurkan memakai bentuk jamak: ihdinâ, ‘âfinâ, tawallanâ, bârik lanâ, qinâ (kami), bukan bentuk tunggal.

Imam dianjurkan mengeraskan bacaan qunut; makmum mengamini. Kedua tangan diangkat seperti doa.

Tata Cara Qunut di Shalat Subuh

  1. Shalat Subuh rakaat pertama seperti biasa.
  2. Rakaat kedua: setelah ruku, berdiri i'tidal (Sami'allahu liman hamidah…).
  3. Angkat kedua tangan, baca doa qunut.
  4. Lanjut sujud dan seterusnya hingga salam.
  5. Jika terlupa qunut (bagi yang mengamalkan sebagai sunnah ab'ad), sujud sahwi sebelum salam.

Untuk bacaan shalat Subuh secara keseluruhan, lihat juga bacaan sholat lengkap.

Tiga Macam Qunut (Ringkas)

Jenis Kapan Catatan
Qunut Subuh Rakaat 2 Subuh, setelah i'tidal Sunnah menurut Syafi'iyyah
Qunut witir Witir, separuh akhir Ramadhan (Syafi'i) Ada perbedaan madzhab
Qunut nazilah Rakaat terakhir shalat, saat musibah Contoh: doa saat bencana / musibah umat

FAQ

Apakah doa qunut wajib?

Menurut Syafi'i: sunnah ab'ad di Subuh, bukan rukun. Meninggalkannya tidak membatalkan shalat, tetapi disunahkan sujud sahwi jika terlupa.

Apakah semua madzhab sama?

Tidak. Ada yang mensunahkan qunut Subuh rutin, ada yang tidak. Hormati perbedaan.

Boleh qunut dengan doa bahasa Indonesia?

Lafal qunut utama yang dinukil ulama adalah doa Arab di atas. Doa tambahan setelahnya bisa menyesuaikan kebutuhan, dengan adab.

Di mana posisi tangan?

Diangkat seperti doa pada umumnya, setelah i'tidal sebelum sujud.

Sumber Rujukan

  • NU Online, Tata Cara Qunut Shubuh (merujuk Al-Adzkar Imam An-Nawawi; Fathul Mu'in).
  • NU Online, Inilah Permintaan Rasulullah SAW dalam Doa Qunutnya (Syekh Nawawi Banten, Marâqil ‘Ubûdiyah).
  • NU Online, Fasal tentang Doa Qunut (tiga macam qunut dan perbedaan madzhab).

Penulis

Redaksi Kuttab

Tim redaksi Kuttab Digital menyajikan panduan islami berbasis sumber otoritatif: NU, Muhammadiyah, MUI, dan kitab-kitab mu'tabar. Setiap artikel melewati proses verifikasi sebelum dipublikasikan.

Ukuran Teks Arab 100%
Iklan