Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026: Puasa Tarwiyah dan Arafah Lengkap dengan Niat dan Keutamaan

Puasa Dzulhijjah 1447 H dimulai dari 1-9 Dzulhijjah, dengan puncak pada puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah). Idul Adha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026. Artikel ini merangkum jadwal lengkap, niat, keutamaan, dan tata cara puasa Dzulhijjah untuk Muslim Indonesia.

Redaksi Kuttab · · Diperbarui · 7 menit baca
Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026: Puasa Tarwiyah dan Arafah Lengkap dengan Niat dan Keutamaan

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026: Puasa Tarwiyah dan Arafah Lengkap dengan Niat dan Keutamaan

Puasa Dzulhijjah 1447 H dimulai dari 1-9 Dzulhijjah, dengan puncak pada puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah). Idul Adha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026. Artikel ini merangkum jadwal lengkap, niat, keutamaan, dan tata cara puasa Dzulhijjah untuk Muslim Indonesia.

Untuk tanggal final, tetap ikuti pengumuman resmi Kementerian Agama RI atau otoritas keagamaan yang Anda pegang karena terdapat potensi perbedaan penanggalan berdasarkan metode hisab dan rukyat.

Tabel Jadwal Puasa 1-9 Dzulhijjah 1447 H / 2026

Berikut jadwal praktis yang bisa dijadikan panduan awal:

Tanggal Hijriah Tanggal Masehi 2026 Amalan Puasa Catatan
1 Dzulhijjah 1447 H 18 Mei 2026 Puasa sunnah awal Dzulhijjah Mulai memperbanyak amal saleh
2 Dzulhijjah 1447 H 19 Mei 2026 Puasa sunnah awal Dzulhijjah Dianjurkan memperbanyak amal saleh
3 Dzulhijjah 1447 H 20 Mei 2026 Puasa sunnah awal Dzulhijjah Bisa digabung dengan rutinitas puasa sunnah bila sesuai niat
4 Dzulhijjah 1447 H 21 Mei 2026 Puasa sunnah awal Dzulhijjah Cocok untuk mulai membangun ritme ibadah
5 Dzulhijjah 1447 H 22 Mei 2026 Puasa sunnah awal Dzulhijjah Perbanyak dzikir dan sedekah
6 Dzulhijjah 1447 H 23 Mei 2026 Puasa sunnah awal Dzulhijjah Persiapan menuju Tarwiyah dan Arafah
7 Dzulhijjah 1447 H 24 Mei 2026 Puasa sunnah awal Dzulhijjah Hari terakhir sebelum Tarwiyah
8 Dzulhijjah 1447 H 25 Mei 2026 Puasa Tarwiyah Hari sebelum Arafah
9 Dzulhijjah 1447 H 26 Mei 2026 Puasa Arafah Puasa sunnah utama bagi yang tidak berhaji
10 Dzulhijjah 1447 H 27 Mei 2026 Idul Adha — tidak berpuasa Hari raya, haram berpuasa

Tanggal di atas berdasarkan perkiraan kalender Hijriah. Penetapan resmi 1 Dzulhijjah bisa berbeda tergantung hasil rukyatul hilal. Selalu cek pengumuman Kemenag RI untuk kepastian tanggal, terutama untuk Arafah dan Idul Adha.

Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

Dalam praktik ibadah, niat tempatnya di dalam hati. Melafalkan niat dengan lisan biasa dilakukan oleh sebagian umat Islam di Indonesia sebagai penguat hati, tetapi yang paling penting adalah kesadaran bahwa kita berpuasa karena Allah Ta'ala.

1. Niat Puasa Sunnah 1-7 Dzulhijjah

Untuk puasa sunnah pada awal Dzulhijjah, niatnya dapat dibuat secara umum sebagai puasa sunnah Dzulhijjah.

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma syahri dzilhijjati sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala.”

2. Niat Puasa Tarwiyah — 8 Dzulhijjah

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Dalam perkiraan kalender di atas, tanggalnya adalah 25 Mei 2026.

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma yaumit tarwiyati sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya:
“Aku berniat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta'ala.”

3. Niat Puasa Arafah — 9 Dzulhijjah

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Dalam perkiraan kalender di atas, tanggalnya adalah 26 Mei 2026.

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma yaumi arafata sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya:
“Aku berniat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta'ala.”

Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

1. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah waktu yang mulia

Bulan Dzulhijjah memiliki kedudukan istimewa karena di dalamnya terdapat rangkaian ibadah besar: haji, wukuf di Arafah, penyembelihan kurban, dan Idul Adha. Bagi Muslim yang tidak berhaji, hari-hari awal Dzulhijjah tetap bisa diisi dengan amal saleh seperti puasa sunnah, dzikir, sedekah, membaca Al-Qur'an, memperbaiki shalat, dan membantu keluarga atau tetangga.

Nilai praktisnya untuk Muslim Indonesia: jangan melihat Dzulhijjah hanya sebagai “musim kurban”. Hari-hari sebelum Idul Adha juga bisa menjadi momentum memperbaiki rutinitas ibadah, terutama bagi pekerja, orang tua, pelajar, dan keluarga yang ingin menghidupkan suasana ibadah di rumah.

2. Puasa Arafah memiliki keutamaan besar

Keutamaan yang paling populer dari puasa Arafah adalah diampuninya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Keterangan ini merujuk pada hadis riwayat Muslim. HR. Muslim no. 1162

Penting dicatat, keutamaan ini bukan berarti seseorang boleh meremehkan dosa atau sengaja mengulang kesalahan. Justru puasa Arafah seharusnya menjadi momen taubat, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

3. Puasa Tarwiyah sebagai persiapan menuju Arafah

Puasa Tarwiyah dilakukan sehari sebelum Arafah, yaitu pada 8 Dzulhijjah. Di Indonesia, banyak orang menjadikan Tarwiyah sebagai “pemanasan” ibadah sebelum puasa Arafah. Secara praktis, ini membantu tubuh menyesuaikan diri, terutama bagi yang sudah lama tidak berpuasa sunnah.

Untuk pembahasan keutamaan khusus puasa Tarwiyah, redaksi perlu verifikasi ulang dalil dan derajat hadis yang sering beredar. HR. Abu Syekh Al-Ishfahani (sanad dinilai lemah oleh sebagian ulama)

Tata Cara Puasa Dzulhijjah 2026

Tata cara puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah pada dasarnya sama seperti puasa sunnah lain. Bagi yang sudah terbiasa dengan rutinitas puasa Senin Kamis, puasa Dzulhijjah tidak akan terasa berat karena tata caranya sama: niat, sahur, menahan diri dari hal yang membatalkan puasa, dan berbuka saat maghrib.

1. Berniat karena Allah

Niat dilakukan di dalam hati. Untuk puasa sunnah, sebagian ulama membolehkan niat pada siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Namun untuk kehati-hatian, sebaiknya niatkan sejak malam atau sebelum Subuh.

2. Makan sahur bila memungkinkan

Sahur membantu tubuh lebih kuat menjalankan puasa, terutama untuk pekerja lapangan, ibu rumah tangga, pelajar, atau orang yang punya aktivitas panjang. Tidak harus banyak; yang penting cukup air, makanan bergizi, dan tidak berlebihan.

3. Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa

Seperti puasa pada umumnya, seseorang menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai maghrib.

4. Memperbanyak amal saleh

Dzulhijjah bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Agar lebih bermakna, isi hari dengan dzikir, shalawat, membaca Al-Qur'an, sedekah, membantu orang tua, menjaga lisan, serta memperbanyak doa.

5. Berbuka dengan sederhana

Saat maghrib tiba, segerakan berbuka. Tidak perlu berlebihan. Jika ada kurma dan air putih, itu baik. Jika tidak ada, makanan halal yang tersedia juga cukup.

Tips Praktis untuk Muslim Indonesia

1. Cocokkan jadwal dengan kalender resmi

Karena tanggal Hijriah dapat berbeda berdasarkan metode hisab dan rukyat, cek ulang jadwal melalui pengumuman Kemenag RI, ormas Islam yang Anda ikuti, atau kalender masjid setempat. Ini penting terutama untuk tanggal Arafah dan Idul Adha.

2. Buat pengingat di HP

Search intent “kapan puasa Arafah 2026” melonjak sangat tinggi karena banyak orang takut terlewat. Solusi paling sederhana: pasang reminder sejak beberapa hari sebelumnya. Buat tiga pengingat:

  • H-3: siapkan jadwal dan niat.
  • H-1 Tarwiyah: siapkan sahur.
  • H-1 Arafah: tidur lebih awal agar tidak kesiangan.

3. Sesuaikan dengan kondisi kerja dan kesehatan

Bagi pekerja shift, ibu menyusui, orang sakit, atau yang punya kondisi medis, jangan memaksakan diri tanpa pertimbangan. Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah sunnah, bukan wajib. Jika tidak mampu, tetap bisa memperbanyak dzikir, sedekah, dan doa.

4. Ajak keluarga, tapi jangan memaksa

Puasa sunnah lebih indah bila menjadi budaya keluarga. Orang tua bisa mengenalkan Dzulhijjah kepada anak dengan cara ringan: membuat kalender kecil, menyiapkan menu sahur sederhana, atau menjelaskan makna Idul Adha. Momen ini juga cocok untuk memperkenalkan kisah Nabi Ibrahim AS — seorang ayah yang diuji dengan perintah penyembelihan putranya, yang menjadi akar makna qurban saat Idul Adha.

5. Jangan berpuasa pada hari Idul Adha

Tanggal 10 Dzulhijjah adalah hari raya Idul Adha. Pada hari ini, umat Islam tidak berpuasa. Fokuskan hari raya untuk shalat Id, menyambung silaturahmi, berkurban bila mampu, dan berbagi dengan sesama.

FAQ Seputar Puasa Dzulhijjah 2026

Kapan puasa Arafah 2026?

Berdasarkan perkiraan kalender dalam artikel ini, puasa Arafah 2026 jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026 sesuai penetapan rangkaian Idul Adha 2026 pada 27 Mei. Namun tanggal final perlu mengikuti pengumuman resmi Kemenag RI atau otoritas keagamaan yang Anda ikuti.

Apa bedanya puasa Tarwiyah dan Arafah?

Puasa Tarwiyah dilakukan pada 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat masyhur, yaitu menghapus dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang berdasarkan hadis riwayat Muslim. HR. Muslim no. 1162

Apakah boleh hanya puasa Arafah tanpa Tarwiyah?

Boleh. Puasa Arafah adalah puasa sunnah tersendiri. Jika seseorang tidak sempat puasa Tarwiyah, ia tetap bisa berpuasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Jika mampu menjalankan keduanya, itu baik; jika hanya mampu Arafah, jangan sampai meninggalkannya karena merasa “kurang lengkap”.

Apakah orang yang sedang haji ikut puasa Arafah?

Puasa Arafah dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang berhaji. Untuk jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, pembahasan hukumnya perlu mengikuti tuntunan ulama dan pembimbing haji. Lihat: Imam Nawawi, Al-Majmu'

Wallahu a'lam bish-shawab.


Penulis

Redaksi Kuttab

Tim redaksi Kuttab Digital menyajikan panduan islami berbasis sumber otoritatif — NU, Muhammadiyah, MUI, dan kitab-kitab mu'tabar. Setiap artikel melewati proses verifikasi sebelum dipublikasikan.

Ukuran Teks Arab 100%
Iklan