Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram (suci) yang dimuliakan Allah. Di dalamnya terdapat hari yang sangat istimewa: Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW sangat memuliakan hari ini dan menganjurkan umatnya untuk berpuasa, bahkan sebelum puasa Ramadhan diwajibkan.
Tahun 1448 H ini, 10 Muharram jatuh pada 25 Juni 2026. Sementara puasa Tasu'a (9 Muharram) jatuh pada 24 Juni 2026. Ini kesempatan emas yang jangan sampai terlewat.
Mengapa Puasa Asyura? Keutamaan dari Hadits Shahih
Baca Juga
Keutamaan puasa Asyura disebut langsung dalam hadits shahih riwayat Muslim dari Abu Qatadah RA. Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
"Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim No. 1162)
Inilah salah satu keutamaan puasa paling besar — Allah mengampuni dosa setahun penuh. Menurut Imam An-Nawawi, dosa yang dimaksud di sini adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa besar. Untuk dosa besar tetap perlu taubat nasuha.
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (Muharram)." (HR Muslim No. 1163)
Hadits-hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan puasa di bulan Muharram, terutama di hari Asyura.
Sejarah Puasa Asyura: Dari Mana Asalnya?
Menurut riwayat Ibnu Abbas RA dalam Shahih Bukhari, ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Mereka berkata: "Ini adalah hari yang agung. Pada hari ini Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir'aun. Maka Musa berpuasa sebagai wujud syukur."
Rasulullah SAW bersabda: "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian." Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. (HR Bukhari No. 2004)
Namun, hadits dari Aisyah RA menunjukkan bahwa puasa Asyura sudah dilakukan di Mekah sebelum hijrah, bahkan sejak masa jahiliyah. Orang Quraisy biasa berpuasa pada hari Asyura karena merupakan hari ditutupnya Ka'bah. (HR Bukhari No. 2002)
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa tradisi puasa Asyura pada orang Quraisy merupakan warisan dari ajaran Nabi Ibrahim AS, mirip dengan tradisi haji.
Puasa Tasua: Kenapa Harus 9 Muharram?
Selain puasa 10 Muharram, Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa pada 9 Muharram atau yang disebut Tasu'a. Tujuannya adalah untuk membedakan umat Islam dari puasa orang Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10.
Dari Ibnu Abbas RA, beliau berkata:
حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَالَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ
"Saat Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata: 'Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.' Maka beliau bersabda: 'Tahun depan, insya Allah kita akan berpuasa pada hari ke-9 (juga).'" (HR Muslim No. 1134)
Namun, Ibnu Abbas RA melanjutkan: "Belum sampai tahun depan, Rasulullah SAW sudah wafat." Meskipun demikian, para ulama menganjurkan untuk berpuasa Tasu'a dan Asyura sekaligus. Dua hari ini lebih utama daripada puasa Asyura saja.
Niat Puasa Tasu'a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram)
Niat Puasa Tasu'a (9 Muharram)
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shouma taasuu'a sunnatan lillaahi ta'aala
Artinya: "Aku niat puasa Tasu'a, sunnah karena Allah ta'ala."
Niat Puasa Asyura (10 Muharram)
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shouma 'aasyuuroo'a sunnatan lillaahi ta'aala
Artinya: "Aku niat puasa Asyura, sunnah karena Allah ta'ala."
Niat puasa sunnah boleh dilakukan pada pagi hari selama belum makan/minum sejak subuh. Hal ini berbeda dengan puasa wajib yang harus niat di malam hari.
Jadwal Puasa Tasu'a dan Asyura 2026
| Puasa | Tanggal Hijriah | Tanggal Masehi |
|---|---|---|
| Tasu'a (9 Muharram) | 24 Juni 2026 | 9 Muharram 1448 H |
| Asyura (10 Muharram) | 25 Juni 2026 | 10 Muharram 1448 H |
Disunnahkan juga berpuasa pada 11 Muharram untuk melengkapi puasa tiga hari (9-10-11) dan semakin membedakan dari tradisi Yahudi.
Amalan Lain di 10 Muharram
Selain puasa, para ulama menganjurkan beberapa amalan di hari Asyura sebagaimana disebutkan dalam kitab Kanzun Naja was Surur karya Syekh Abdul Hamid:
- Memperbanyak sedekah — Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang melapangkan nafkah keluarganya di hari Asyura, Allah akan melapangkan rezekinya setahun penuh
- Menyantuni anak yatim — mengusap kepala anak yatim di hari Asyura memiliki keutamaan besar
- Silaturahmi dan menjenguk orang sakit
- Memperbanyak dzikir dan istighfar — membaca "حسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير" 70 kali
- Mandi — mandi sunnah di hari Asyura
- Bersedekah kepada fakir miskin
Kunjungi halaman Kalender Amalan Spesial Islam untuk melihat amalan-amalan sunnah bulan Muharram dan bulan-bulan Islam lainnya secara lengkap.
FAQ tentang Puasa Tasu'a dan Asyura
Q: Apakah wajib puasa Asyura? A: Tidak wajib, hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan, puasa Asyura hukumnya wajib. Namun setelah turun perintah puasa Ramadhan, hukumnya berubah menjadi sunnah (HR Bukhari No. 2002).
Q: Bolehkah puasa Asyura saja tanpa Tasu'a? A: Boleh. Namun lebih utama jika berpuasa Tasu'a dan Asyura sekaligus untuk membedakan diri dari puasa Yahudi.
Q: Apakah puasa Asyura menghapus semua dosa? A: Menurut Imam An-Nawawi dan mayoritas ulama, puasa Asyura menghapus dosa-dosa kecil, bukan dosa besar. Dosa besar tetap memerlukan taubat nasuha.
Q: Kapan waktu puasa Asyura dan Tasu'a? A: Puasa Asyura tanggal 10 Muharram (25 Juni 2026) dan puasa Tasu'a tanggal 9 Muharram (24 Juni 2026). Dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Wallahu a'lam bish-shawab.