Puasa Senin Kamis adalah salah satu puasa sunnah yang paling sering diamalkan oleh umat Islam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri rutin menjalankan puasa di dua hari ini. Namun, bagaimana niat yang benar, apakah harus sahur, dan bolehkah sekalian mengganti puasa Ramadhan?
Artikel ini membahas puasa Senin Kamis secara lengkap — mulai dari niat, tata cara, dalil, manfaat, hingga menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan — dengan rujukan dari hadits shahih dan pendapat ulama.
Ringkasan Cepat
| Aspek | Ketentuan |
|---|---|
| Hukum | Sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) |
| Waktu | Setiap hari Senin dan/atau Kamis |
| Niat | Malam hari hingga sebelum fajar (wajib), atau pagi hari sebelum makan/minum (sunnah, menurut Syafi'i) |
| Sahur | Sunnah muakkadah, bukan syarat sah |
| Buka | Saat maghrib (matahari terbenam) |
Apa Itu Puasa Senin Kamis?
Puasa Senin Kamis adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada hari Senin dan/atau hari Kamis setiap pekan. Puasa ini termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa menjaganya.
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa menjaga puasa Senin dan Kamis." — HR. Tirmidzi no. 742, Ibnu Majah no. 1739 (shahih)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Amal-amal itu dihadapkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, maka aku senang jika amalku dihadapkan sementara aku sedang berpuasa." — HR. Tirmidzi no. 747 (shahih)
Niat Puasa Senin Kamis
Berikut bacaan niat puasa Senin Kamis yang benar:
Niat Puasa Hari Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Aku niat berpuasa pada hari Senin, sunnah karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Hari Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil khamiisi sunnatan lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Aku niat berpuasa pada hari Kamis, sunnah karena Allah Ta'ala."
Perbedaan Pendapat tentang Waktu Niat
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang kapan waktu niat puasa sunnah:
| Mazhab | Waktu Niat | Keterangan |
|---|---|---|
| Hanafi | Boleh pagi hari | Selama belum makan/minum sejak subuh |
| Maliki | Harus malam hari | Sebelum terbit fajar |
| Syafi'i | Boleh pagi hari | Selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa |
| Hanbali | Boleh pagi hari | Selama belum makan/minum |
Pendapat yang rajih (kuat): Untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan setelah terbit fajar asalkan belum makan atau minum sejak subuh. Ini berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu 'anha:
"Pada suatu hari, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menemuiku dan bertanya, 'Apakah kalian punya sesuatu (untuk dimakan)?' Kami menjawab, 'Tidak.' Beliau berkata, 'Kalau begitu, aku berpuasa.'" — HR. Muslim no. 1154
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi pernah berniat puasa sunnah di pagi hari ketika tidak ada makanan. Namun, lebih utama jika niat dilakukan di malam hari (sebelum subuh) untuk keluar dari khilaf (perbedaan pendapat).
Sebagian ulama juga membolehkan niat dalam hati saja tanpa mengucapkannya. Yang terpenting adalah adanya qashd (kehendak) untuk berpuasa.
Tata Cara Puasa Senin Kamis
Tata cara puasa Senin Kamis sama dengan puasa pada umumnya:
- Niat — di malam hari (sebelum subuh) atau pagi hari (sebelum makan/minum)
- Sahur — disunnahkan, meskipun hanya seteguk air
- Imsak — menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar (subuh)
- Berbuka — saat matahari terbenam (maghrib)
- Memperbanyak ibadah — membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan berdoa selama berpuasa
Apakah Harus Sahur?
Sahur hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) tapi bukan syarat sah puasa. Jadi jika tidak sempat sahur — misalnya lupa atau terbangun kesiangan — puasa tetap sah asalkan niat dan tidak makan/minum sejak subuh.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan." — HR. Bukhari no. 1923, Muslim no. 1095
Buka Puasa Jam Berapa?
Buka puasa dilakukan saat waktu Maghrib (matahari terbenam). Jam pastinya berbeda-beda tergantung lokasi dan tanggal. Gunakan jadwal imsakiyah atau aplikasi waktu shalat setempat.
Doa Buka Puasa Senin Kamis
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Allaahumma laka shumtu wa 'alaa rizqika afthartu, dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala insya Allah."
HR. Abu Daud no. 2357, Ad-Daraquthni (hasan)
Dianjurkan juga berbuka dengan kurma atau air putih terlebih dahulu sebelum makan besar, mengikuti sunnah Rasulullah.
Apakah Boleh Dimulai dari Hari Kamis?
Boleh. Anda boleh memulai puasa sunnah ini dari hari mana saja — Senin atau Kamis. Tidak harus dimulai dari hari Senin. Jika hari ini sudah Kamis dan Anda ingin mulai berpuasa, silakan.
Puasa Senin dan Kamis adalah dua ibadah yang berdiri sendiri. Anda bisa puasa Senin saja, Kamis saja, atau keduanya. Tidak ada syarat harus mengerjakan keduanya sekaligus.
Bolehkah Puasa Senin Kamis Sekalian Mengganti Puasa Ramadhan (Qadha)?
Ini pertanyaan yang sangat sering ditanyakan. Jawabannya:
Menurut mazhab Syafi'i, jika seseorang berniat puasa qadha Ramadhan pada hari Senin atau Kamis, maka ia mendapat dua pahala sekaligus: pahala puasa qadha dan pahala puasa sunnah Senin Kamis. Ini disebut tasywiik an-niyyah (menggabungkan niat).
Niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ قَضَاءً عَنْ رَمَضَانَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini qadhaa'an 'an Ramadhaana sunnatan lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Aku niat berpuasa pada hari Senin sebagai qadha Ramadhan, sunnah karena Allah Ta'ala."
Namun, menurut sebagian ulama (Hanafi), niat harus spesifik — jika berniat qadha, maka tidak mendapat pahala sunnah secara terpisah. Pendapat yang rajih (kuat) adalah boleh menggabungkan niat.
Sumber: Fatwa MUI; Al-Majmu' (Imam Nawawi); NU Online.
Manfaat Puasa Senin Kamis
Manfaat Spiritual (Ukhrawi)
- Amal dihadapkan kepada Allah — Rasulullah bersabda amal diangkat pada Senin dan Kamis
- Mengikuti sunnah Nabi — amalan yang dicintai Rasulullah
- Melatih diri — membiasakan ibadah secara konsisten (istiqamah)
- Penghapus dosa — puasa sunnah mendekatkan diri kepada Allah
- Pintu Rayyan — pintu surga khusus bagi orang yang berpuasa
Manfaat Kesehatan
- Autofagi sel — tubuh membersihkan sel-sel rusak saat berpuasa (penelitian Yoshinori Ohsumi, Nobel 2016)
- Menurunkan berat badan — pola makan lebih teratur dan kalori berkurang
- Meningkatkan sensitivitas insulin — membantu mengatur gula darah
- Mengurangi peradangan — marker inflamasi menurun saat puasa
- Memperbaiki pencernaan — sistem pencernaan beristirahat dan meregenerasi
Puasa Senin Kamis di Bulan Syawal
Bolehkah puasa Senin Kamis di bulan Syawal? Boleh, bahkan dianjurkan. Bulan Syawal memiliki keutamaan tersendiri, terutama puasa 6 hari Syawal.
Jika puasa Senin Kamis bertepatan dengan puasa Syawal, maka seseorang mendapat pahala keduanya. Namun perlu diperhatikan:
- Tidak boleh puasa pada 1 Syawal (Hari Raya Idul Fitri) — haram berpuasa
- Puasa Senin Kamis bisa dikerjakan setelah 1 Syawal
- Bisa digabungkan niat: puasa Senin Kamis + puasa Syawal
Kesalahan Umum dalam Puasa Senin Kamis
- Menganggap harus dua hari sekaligus — boleh puasa Senin saja atau Kamis saja
- Menganggap harus dimulai hari Senin — boleh mulai kapan saja
- Tidak niat sama sekali — niat (minimal dalam hati) adalah syarat sah
- Batal karena makan/minum yang tidak sengaja — jika lupa, lanjutkan puasa, tidak perlu qadha (HR. Bukhari-Muslim)
- Meninggalkan sahur — sahur sangat dianjurkan meskipun hanya air
FAQ Puasa Senin Kamis
Puasa Senin Kamis hukumnya apa?
Hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Rasulullah senantiasa menjaganya.
Apakah puasa Senin Kamis harus sahur?
Tidak harus. Sahur hukumnya sunnah. Jika tidak sempat sahur, puasa tetap sah.
Bolehkah puasa Senin Kamis untuk diet?
Boleh, selama niat utamanya tetap karena Allah. Manfaat kesehatan (termasuk penurunan berat badan) adalah bonus dari ibadah.
Puasa Senin Kamis berapa hari?
Tidak ada batasan. Bisa setiap pekan (Senin + Kamis), bisa hanya salah satunya, bisa sesekali. Rasulullah sendiri rutin mengerjakannya setiap pekan.
Apakah boleh puasa Senin Kamis 7 kali berturut-turut?
Boleh, tidak ada larangan. Namun pastikan bukan termasuk puasa wishal (puasa terus-menerus tanpa berbuka) yang dilarang Nabi.
Kesimpulan
Puasa Senin Kamis adalah sunnah yang sangat dianjurkan dan mudah diamalkan. Dengan niat yang benar dan mengikuti tata cara yang sesuai sunnah, kita mendapat pahala besar sekaligus manfaat kesehatan yang luar biasa.
Yang terpenting: istiqamah. Lebih baik puasa Senin Kamis rutin setiap pekan daripada puasa berat tapi hanya sesekali.
Wallahu a'lam bish-shawab — Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
Sumber Rujukan
- HR. Tirmidzi no. 742, 747; Ibnu Majah no. 1739
- HR. Bukhari no. 1923; Muslim no. 1095, 1154
- Imam Nawawi — Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab
- NU Online — Panduan Puasa Senin Kamis
- Fatwa MUI tentang Puasa Sunnah
- KOMPAS.com — Niat Puasa Senin Kamis dan Tata Caranya